PAREPARE, MERPOS –Alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 (SPENSA) Parepare Kelas III.4 Angkatan 1982, menggelar pertemuan khusus bertajuk “Temu Spesial 34-82” yang berlangsung penuh haru dan kehangatan, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cempae, Soreang, Kota Parepare, Rabu (25/3/2026).
Jumpa spesial ini merupakan kali kedua khusus untuk skala kelas, setelah sebelumnya sempat berjumpa di Paputo pada tahun 2022 lalu. Di kota kelahiran BJ Habibie ini, para alumni yang kini telah memasuki usia 60 an (lansia), kembali merajut tali silaturahmi selama 44 tahun.
Suasana santap siang dengan menu ikan bakar, peco-peco, dan udang segar mendadak berubah haru, saat Alwi Hasan memberikan kejutan berupa payung kepada Akil Rifai. Pemberian ini bukan sekadar kado, melainkan simbol perlindungan dan kebersamaan.
”Payung ini adalah harapan agar kelas III.4-82 tetap dipayungi oleh Akil sebagai simbol kebersamaan, tutur Alwi. Kemudian, “Filosofinya, baik dalam panas maupun hujan, kita akan selalu saling melengkapi dan melindungi kedepan” demikian respon Akil yang diamini oleh rekan – rekan sekelasnya. Juga menyambut hangat pesan tersebut, menegaskan bahwa, di usia senja, peran sahabat menjadi sangat krusial untuk saling menguatkan.
Meski telah terpisah puluhan tahun, melalui WhatsApp Grup SPENSA para alumni masih sempat diketahui domisili dari berbagai penjuru daerah, mulai dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan, hingga Pulau Jawa. Juga latar belakang profesi mereka pun beragam, mulai dari mantan Kepala Dinas, dosen, pengusaha, organisatoris, hingga jurnalis.
Dalam diskusi santai tersebut, mereka saling berbagi kisah tentang perjalanan karier, kehidupan berkeluarga, hingga cerita tentang cucu. Namun, di tengah canda tawa, mereka tetap saling mengingatkan untuk menjaga etika dan saling menghargai, mengingat usia yang tak lagi muda.
Pertemuan ini juga menjadi momen refleksi untuk mengenang rekan – rekan seangkatan, yang telah berpulang serta mendoakan mereka yang saat ini tengah terbaring sakit. Ada kesadaran bersama bahwa masa tua adalah waktu untuk transformasi kehidupan yang lebih baik.
”Mungkin ada di antara kita yang masa lalunya hebat, tapi masa kini sudah berbeda. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengakhiri perjalanan hidup ini (ending) dengan baik,” ungkap salah satu alumni di sela percakapan.
Pesan utama dari ‘Temu Spesial’ ini menegaskan bahwa, meskipun rambut mulai memutih dan kulit menua, semangat persahabatan masa putih-biru di SPENSA Parepare tidak akan pernah luntur. Setelah 44 tahun, mereka membuktikan bahwa ikatan kekeluargaan tetap utuh dan solid. NURRAHMAWATI MARNO








