SIDRAP, MERPOS — Eksistensi Taman Wisata Puncak (TWP) Bila yang didirikan pada 28 Juli 2011 telah memasuki usia 14 tahun. Untuk itu, pihak manajemen tempat rekreasi yang berlokasi di Desa Bila, Kecamatan Pituriase, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan ini, mengapresiasi warga masyarakat yang telah memberikan dukungan selama ini.
“Dengan penuh rasa syukur dan bangga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami selama 14 tahun terakhir,” tulis Ahmad Shalihin Halim, Owner TWP Bila via pesan singkat di aplikasi Grup WhatsApp (WA), Senin (28/7/2025).
Menurutnya, selama lebih dari satu dekade, dukungan, kepercayaan, dan kerja keras dari seluruh karyawan, mitra kerja, pengunjung setia TWP serta semua pemangku kepentingan telah menjadi pondasi kuat yang membawa TWP hingga ke titik ini.
“Perjalanan 14 tahun ini bukanlah hal yang mudah. Namun berkat komitmen dan kebersamaan, kita mampu tumbuh, berkembang, dan terus melangkah ke depan. Setiap tantangan yang kita hadapi telah membentuk kita menjadi lebih kuat dan tangguh. Kami percaya bahwa keberhasilan hari ini adalah hasil dari semangat kolaborasi, dedikasi, dan kepercayaan yang terus terjaga,” papar Shalihin.
Mantan legislator DPRD Sidrap dua periode ini berharap, semoga arah langkah ke depan terhadap keberadaan TWP semakin mantap, inovatif, dan penuh berkah. “Mari kita terus berkarya dan menciptakan nilai lebih untuk masa depan yang lebih baik,” kata Sekretaris DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Sidrap ini optimis.
Sekali lagi, tambah Shalihin, terima kasih telah menjadi bagian dalan perjalanan 14 tahun Taman Wisata Puncak Bila Sidrap. “Selamat ulang tahun ke-14 untuk kita semua,” lontarnya.
Sebagaimana diketahui, destinasi wisata di Bila ini digemari pengunjung karena selain lokasinya yang refresentatif, juga memilki sejumlah wahana dan ikon-ikon menarik dan menantang untuk dieksplor. Di antaranya, flying fox, watterboom, waterplay, balon air, rottel ball, sepeda air, tempat pemancingan, dan lain-lainnya.
Wahana ini, sudah tentu menjadi tempat yang ramai di coba, khususnya bagi anak-anak. Begitu pula dengan panoramanya yang alami dan sejuk, sehingga menarik perhatian bagi pengunjung dari kalangan pelancong lokal maupun para turis mancanegara yang datang.
Tak hanya itu, objek wisata ini juga memiliki ciri khas tersendiri yang dapat membedakan dengan tempat lainnya: sepeda dan kursi raksasa putih. Kedua ikon ini tidak diragukan lagi, karena sudah menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung.
Sepeda raksasa ini dapat juga di jadikan sebagai tempat hunting atau foto-foto. Letaknya yang berada di ketinggian membuat hasil foto menjadi terkesan estetika dan menampilkan pemandangan yang indah. Selain itu, beberapa ikon dunia juga dapat dijumpai di TWP seperti miniatur kincir angin Belanda atau air mancur kepala singa negara Singapura, dan lainnya
Selain sebagai tempat wisata, TWP Bila Sidrap juga mempunyai tempat sirkuit motor cross yang juga menjadi tontonan. Hamparan rumput hijau dan pegunungan-pegunungan kecil menjadi suguhan bagi para penonton. Bisa kita bayangkan betapa asyiknya momen yang di rasakan penonton pada saat itu.
Di taman wisata yang berada di atas lahan seluas sekira 54 hektar ini juga terdapat bangunan dan gazebo untuk memanjakan para pengunjung sekaligus sebagai tempat beristirahat setelah mengekploitasi wahana-wahana yang ada. IRJAS/DP






