PAREPARE, MERPOS – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare menerima kunjungan PT Kilau Energi Abadi Hijau (KEAH) bersama mitra teknologi asal Jepang, Biotech Works–H2, di Lounge BJ Habibie, Kantor Wali Kota Parepare, Rabu, 19 November 2025.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani pada 17 Juli 2025, terkait pemanfaatan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
PT KEAH, anak perusahaan PT Bosowa Energaindo yang bergerak di sektor energi terbarukan, menghadirkan Biotech Works–H2 sebagai mitra teknologi konversi sampah menjadi energi hijau, mulai dari listrik, gas, hingga hidrogen. Kolaborasi ini membuka potensi perluasan pengolahan sampah di Parepare, tidak hanya dalam produksi RDF, tetapi juga dalam pengembangan energi bernilai tinggi berbasis limbah.
Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, menyambut langsung delegasi Bosowa dan Jepang tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata, dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan
“Parepare adalah kota yang selalu terbuka terhadap inovasi. Dengan dukungan Bosowa dan mitra Jepang, kami optimistis pemanfaatan sampah menjadi energi terbarukan dapat segera diwujudkan,” ujar Sekda Parepare.
Salah satu fokus kerja sama adalah pengembangan TPA Alloppoe yang memiliki luas sekitar 9,8 hektare, dengan 3,55 hektare difungsikan sebagai zona landfill dan 0,55 hektare sebagai area fasilitas pendukung. Lokasi ini dinilai strategis untuk penerapan teknologi pemrosesan sampah modern berbasis energi terbarukan.
Pihak Biotech Works–H2 menyampaikan ketertarikan untuk melakukan studi mendalam terhadap karakteristik sampah, di Parepare serta menilai kelayakan penerapan teknologi konversi menjadi listrik, gas, maupun hidrogen. Teknologi serupa telah mereka terapkan dalam berbagai proyek energi terbarukan di Jepang dan Asia Tenggara.
Pemerintah Kota Parepare berharap kunjungan ini menjadi langkah awal menuju implementasi penuh MoU, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas dalam sektor energi terbarukan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya kota yang bersih, efisien, dan berwawasan masa depan.
(*/SUMARNI AZIS)












