SIDRAP, MERPOS – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui program magang luar negeri.
Sepanjang awal hingga pertengahan Januari 2026, UMS Rappang menggelar dua kali kegiatan pelepasan mahasiswa magang internasional ke Taiwan.
Pada Sabtu (10/1/2026), sebanyak empat mahasiswa dari Program Studi Vokasional Seni Kuliner Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) secara resmi dilepas untuk mengikuti program Magang Internasional di Taiwan.
Pelepasan mahasiswa tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. Muhammad Rais Rahmat, M.Si.
Kegiatan ini turut dihadiri Dekan FEB Dr. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P, Wakil Dekan II FKIP Dr. Usman M, S.Pd., M.Pd, Ketua Prodi Vokasional Seni Kuliner FKIP Damayanti Tresnasari, S.Pd., M.Pd, Ketua Prodi Bisnis Digital FEB Andi Riska Andreani Syafaruddin, S.E., M.Ak, serta para orang tua mahasiswa peserta magang.
Ketua Prodi Vokasional Seni Kuliner FKIP, Damayanti Tresnasari, menjelaskan bahwa pada periode 2024–2025 terjadi sejumlah penyesuaian kebijakan akibat perubahan kepemimpinan nasional yang berdampak pada program magang internasional.
Meski demikian, UMS Rappang tetap berhasil mengirimkan lima mahasiswa Seni Kuliner ke Taiwan pada 2025.
“Dari hasil monitoring bersama Bapak Rektor, kami mendapat informasi bahwa mahasiswa UMS Rappang memiliki daya saing yang kuat dan diakui di sana.
Pada 2026 ini, kami menargetkan 100 mahasiswa UMS Rappang dapat mengikuti program magang internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Prodi Bisnis Digital FEB, Andi Riska Andreani Syafaruddin, mengapresiasi dukungan dan fasilitasi yang telah diberikan, khususnya dari Prodi Vokasional Seni Kuliner.
Menurutnya, proses keberangkatan hingga administrasi magang internasional bukanlah hal yang mudah.
“Mulai dari pengurusan paspor, perjalanan ke Makassar, pemeriksaan kesehatan, vaksin, hingga penerbitan dokumen keberangkatan membutuhkan perjuangan besar dari mahasiswa. Ini pengalaman yang luar biasa dan sangat berharga,” katanya.
Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan magang selama satu hingga dua semester di Taiwan untuk menggali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, serta melatih kemandirian dan kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional.
Wakil Dekan II FKIP, Dr. Usman M, menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti magang internasional tidak hanya membawa nama UMS Rappang, tetapi juga mewakili Indonesia di tingkat global.
“Apa pun yang kalian lakukan di sana akan mencerminkan citra bangsa,” pesannya.
Dekan FEB, Dr. Pratiwi Ramlan, menyebut program magang internasional ini sebagai kebanggaan tersendiri bagi UMS Rappang.
Menurutnya, tidak semua perguruan tinggi, khususnya di daerah, memiliki kesempatan serupa.
“Kita mungkin berada di daerah, tetapi skala kegiatan kita sudah internasional. Pengalaman satu tahun di luar negeri ini sangat mahal nilainya dan akan menjadi catatan penting dalam rekam jejak akademik mahasiswa,” ujarnya.
“Jangan boros, apalagi tadi informasinya juga dapat uang saku yang lumayan, dan jaga ibadahnya,”ucapnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik kampus dan Indonesia, serta memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bekal masa depan.
Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. Muhammad Rais Rahmat, M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kedisiplinan, kejujuran, serta kedekatan spiritual selama menjalani magang di luar negeri.
“Disiplin dan sikap kerja yang baik adalah nilai universal yang diterima di mana pun. Selain itu, kejujuran, termasuk menepati janji, menjadi kunci utama. Ini adalah proses akademik yang luar biasa, dan biasanya hasilnya juga akan luar biasa,” pungkasnya. IRJAS/DP








