Apersi SulSel Salurkan Bantuan. Wabup Lutra : Wah, begini-begini jarang dibawa…

Spread the love

LUTRA, MNC – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel, menyerahkan bantuan donasi kemanusiaan kepada korban banjir di Masamba Luwu Utara, Minggu (19/07/2020).

Bantuan Apersi ini diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPD Apersi Sulsel Ir Yasser Latief CPA, didampingi pengurus kepada Wabup Lutra H. Tahar Rum.

Ketua DPD Apersi Sulsel Ir H Yasser Latief CPA mengatakan, total bantuan yang diserahkan mencapai Rp 65 juta, dalam bentuk barang kebutuhan mendesak untuk korban bencana banjir.

Barang dan kebutuhan yang diserahkan selain beras juga pembalut untuk perempuan, pakaian dalam perempuan, popok, dan susu bayi.

“Bantuan ini merupakan donasi kemanusiaan teman teman anggota Apersi, melalui program Apersi berbagi, sebagai wujud kepeduliaan terhadap pengungsi. Mudah – mudahan bantuan ini bisa mengurangi beban saudara-saudara kita yang terkena banjir,” kata YL.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Parepare ini mengatakan, pengembang yang tergabung di Apersi, secara spontan pasca bencana banjir langsung mengumpulkan donasi kemanusiaan, untuk disumbangkan kepada pengungsi banjir.

“Teman – teman pengembang terketuk dan berupaya hadir ketika warga berada dalam musibah, minimal mengurangi penderitaan mereka. Kami menyerahkan barang yang dibutuhkan pengungsi seperti beras, pembalut untuk perempuan, pakaian dalam perempuan, popok, dan susu bayi,” kata YL.

Sementara itu, Wabup Lutra M.Tahar Rum menyampaikan apresiasi dan penghargaan, atas kepedulian para pengembang Apersi Sulsel.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Luwu Utara, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pengembang Apersi. Mudah – mudahan ini bernilai ibadah dan bisa mengurangi beban warga yang tertimpa musibah,” kata Tahar.

Wabup berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari anggota Apersi Sulsel. Terlebih selain beras, juga ada sejumlah item barang yang selama ini sangat dibutuhkan pengungsi. Seperti pembalut untuk perempuan, pakaian dalam perempuan, popok, dan susu bayi. “Wah, yang begini-begini jarang yang bawa padahal sangat dibutuhkan,” sebutTahar Rum.

(NURMAS/MNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *