PINRANG, MERPOS – Seorang warga Kelurahan Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang melayangkan keluhan atas dugaan penyalahgunaan barkot subsidi BBM miliknya. Barkot dari aplikasi MyPertamina yang biasa ia gunakan untuk membeli Pertalite, diduga telah dipakai oleh orang lain tanpa sepengetahuannya.
“Saya baru tahu setelah ke SPBU, katanya kuota saya sudah terpakai hari itu padahal saya belum isi BBM sama sekali,” ujar Andi Bombong, Selasa (05/08/2025).
Lanjut kata Ketua Komunitas Onthel Duampanua (COD), menduga barkot miliknya sempat difoto orang saat antre di SPBU Massila saat terakhir pengisian BBM jenis pertalite subsidi, beliau sangat mencurigai karyawan tersebut lalu digunakan kembali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kasus ini sontak membuat resah pengguna BBM subsidi lain. Sejumlah warga mengaku baru menyadari bahwa barkot dari aplikasi MyPertamina ternyata bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah.
Pihak Pertamina sendiri sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak sembarangan membagikan atau memperlihatkan barkot ke orang lain, termasuk di media sosial atau grup percakapan. Barkot sebaiknya hanya ditunjukkan langsung kepada petugas SPBU saat hendak bertransaksi.
Imbauan untuk Masyarakat:
●Jangan biarkan barkot difoto oleh orang lain.
●Aktifkan fitur keamanan tambahan bila tersedia.
●Rutin pantau riwayat transaksi di aplikasi MyPertamina.
●Segera laporkan ke Pertamina jika terjadi kejanggalan.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan peningkatan sistem keamanan agar kasus serupa tidak terulang kembali. ADAM PATINANGI








