Dipertanyakan Pintu Masuk Pakaian Bekas

Spread the love

PAREPARE, MNC-kendati pemerintah telah melarang import pakaian pakaian bekas. Namun peredaran dan perdagaangan pakaian bekas asal luar negeri, di kota Parepare semakin marak. Sehingga dipertanyakan pintu masuknya pakaian bekas itu, yang lasim disebut masyarakat setempat, cakar.

Perhatian Pemerintah Republik Indonesia, tentang pakain bekas asal luar negeri, yang akan masuk ke dalam wilayah RI, telah diproteksi dengan sejumlah peraturan dan undang undang,untuk mencegah import pakaian bekas.

Sanksi tegas terhadap importir, yang melakukan impor barang.Yang ditetapkan sebagai barang yang dilarang,untuk diimpor diancam dengan pidana paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 5 Milyar.

Ahmad Dalle, salah satu penggiat anti korupsi di Parepare kepada MERPOS news. com malam tadi, Rabu (9/1/2019) mengatakan, seharusnya perdagangan pakaian bekas asal luar negeri,sudah tidak ada lagi di kota ini. Namun kenyataannya masih banyak di perdagangkan di pasar senggol, pasar lakessi dan pasar sumpang.

Lanjutnya, pengawasan pihak berkompoten dinilai belum maksimal, padahal sejumlah produk hukum telah dikeluarkan pemerintah,mengenai larangan impor pakain bekas. Seperti tertuang dalam, Undang – Undang No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Undang – Undang No. 17 Tahun 2006 atas perubahan Undang – Undang No.10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Undang – Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Undang – Undang N0. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Undang – Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

Maupun Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 54/M-Dag/Per/10/2009 tentang Ketentuan Umum di Bidang Impor. Peraturan Menteri Perdagangan RI No.51/M-Dag/Per/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas, pungkas Ahmad.

(DULKIN/MAP) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *