FPI dan FPU Kota Parepare Minta Kasus Pembantaian di KM 50 Diusut Kembali

Bagikan :

PAREPARE, MNC – Dua ormas Islam Kota Parepare yakni Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Forum Peduli Ummat (FPU) Kota Parepare mengadakan konferensi pers (Konpers) terkait pengusutan kembali tragedi pembantaian KM 50 di Warkop Delima Kota Parepare, Jumat (12/8/2022) pukul 14:00 Wita.

Konferensi pers diliput sejumlah wartawan berbagai media, dihadiri sejumlah anggota dan simpatisan FPI dan FPU Kota Parepare.

Dari FPI yang hadir, ketua DPW FPI Kota Parepare Ustadz Fahri Nusantara, Sekretaris FPI Kota Parepare, Zulkifli Arief dan Ketua Bidang Kemanusiaan FPI Kota Parepare Muhammad P.

Baca Juga :  Era Pendataan TKSK dan PKH dialihkan kepada Ketua ORT dan ORW

Sementara dari FPU Kota Parepare dihadiri H. Abd. Rahman Saleh sebagai Koordinator Aksi, dan ustadz Bahtiar Dg Pagau selaku bidang Kerohanian FPU Kota Parepare.

Rahman Saleh yang juga mantan anggota DPRD Kota Parepare mengatakan, mencuatnya kasus pembunuhan berencana yang diduga dilakukan oleh tersangka Ferdy Sambo ini telah menjadi sorotan publik.

Penetapan tersangka atas petinggi Polri dua bintang ini, menimbulkan kecurigaan kemungkinan adanya rekayasa atas terbunuhnya enam anggota syuhada FPI, sehingga proses hukum tidak sesuai dengan fakta peristiwa.

Baca Juga :  Terkait Tender Proyek Poskesdes DiBatalkan, Rekanan Protes Ini Alasanya...

“Bisa jadi karena doa para keluarga syuhada yang dizalimi itu, sehingga yang membunuh keenam syuhada itu diperlihatkan seperti kasus yang dialami Brigadir J,” kata Rahman Saleh.

Hal senada diungkapkan Ustadz Fahri Nusantara, mereka sebagai ciptaan Tuhan, meminta kepada Kapolri untuk mengusut kembali tragedi pembantaian di KM 50 sebagai upaya mengembalikan marwah institusi Polri di mata masyarakat, sehingga masyarakat bisa kembali percaya kepada institusi yang beranggotakan ratusan ribu personil ini.

Baca Juga :  Sekda Majene Ardiansyah : Saya Masih Merasa Bagian Warga Mamasa

Konpers ditutup dengan doa bersama oleh Ustadz Fahri Nusantara diamini semua peserta yang hadir. (*/MNC)

Comment