Ingat Merah Darahmu, Putih Tulangmu. Begini Sambutan Bupati Nunukan Dihadapan 106 Mahasiswa Unhas

Spread the love

NUNUKAN, MNC – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin, 106 orang. Diterima oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, SE, MM, di Ruang Pertemuan Serbaguna Lt. V Kantor BupatI Nunukan, Rabu (10/07/2019)

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengucapkan selamat datang, dan terima kasih. Karena hingga saat ini Kabupaten Nunukan, masih terus dijadikan titik KKN oleh Universitas Hasanuddin (Unhas).

Selanjutnya Bupati Laura menyampaikan bahwa, “Program pembangunan Pemerintah daerah, tidaklah mampu melaksanakan sendiri, perlu dukungan dari berbagai pihak, mulai dari stakeholder, masyarakat, maupun akademisi,” tutur Laura.

Dengan dilaksanakannya Kuliah Kerja Nyata di kabupaten Nunukan ini, menurut Laura adalah wujud nyata kepedulian insan akademis. Dalam hal ini Unhas terhadap upaya Pemerintah Daerah dalam melakukan pembangunan. Khususnya pembangunan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Nunukan.

“Tentunya selaras dengan maksud dan tujuan dilaksanakannya KKN, yaitu melakukan penerapan atas pemahaman yang telah didapatkan dalam bangku kuliah, dengan terjun ke masyarakat berinteraksi langsung dengan dinamika kehidupan dan permasalahan sosial yang ada,” tambah Laura.

Menurutnya, disinilah saatnya Mahasiswa menunjukkan eksistensinya sebagai agen perubahan. Sehingga Kuliah Kerja Nyata yang dilakukan, tidak sekedar untuk memenuhi kewajiban kuliah semata. Tetapi juga benar–benar dirasakan oleh masyarakat.

“Perlu disadari almamater Universitas Hasanuddin tidak bisa diremehkan, karena telah menghasilkan alumni – alumni terbaik, di tingkat nasional ada bapak Jusuf kalla yang menjadi orang nomor dua di Fepublik ini, di tingkat Provinsi Gubernur Sulawesi Selatan adalah alumni Unhas, dan saat ini syukur alhamdulillah di Kalimantan Utara ada dua kepala daerah yang berasal dari Universitas Hasanuddin yaitu Walikota Tarakan dan Bupati Nunukan, yang merupakan Bupati perempuan pertama di Kalimantan Utara”.

“Ini disampaikan bukan bermaksud untuk membanggakan diri, tapi untuk memotivasi dan membuktikan bahwa Universitas Hasanuddin tidak boleh dipandang sebelah mata,” lontar Laura.

Tugu Dwikora di Nunukan, masih tegak berdiri sebagai saksi perjuangan menegakkan harga diri Bangsa. Banyak nyawa melayang, air mata yang tumpah, “Mari jangan sia–siakan perjuangan mereka, buatlah sesuatu yang berkesan, di Sebatik yang merupakan lokasi KKN Merah Putih harus terus hadir, ingat Merah darahmu Putih tulangmu, Merah Putih senantiasa didada, tunjukkan Merahmu,” ujar Laura memberi semangat.

Diharapkan terlaksananya KKN ini, masyarakat mendapatkan nilai lebih dari kehadiran Mahasiswa. Masyarakat dapat teredukasi dan terinspirasi oleh pola pikir dan kemampuan, akademis Mahasiswa dalam memecahkan permasalahan sosial yang ada. Sehingga apa yang menjadi terobosan, berkesan dan terus dapat dimanfaatkan bagi masyarakat.

Kepada jajaran Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Desa, serta para Camat dan aparatnya, Laura berharap agar dapat memfasilitasi peserta KKN ini dengan baik.

“Fasilitasilah para Mahasiswa ini dengan baik, bantulah setiap program kerja yang akan dilakukan, sehingga ide dan terobosannya untuk turut membangun desa, dapat terlaksana dengan baik”.

Seusai kegiatan penerimaan, dilanjutkan dialog dan diskusi antara Bupati Nunukan dengan peserta KKN, yang dipandu oleh Kabag Humas dan Protokol Hasan Basri, S.IP.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian acara penerimaan di Pelabuhan Tunontaka pada Rabu dini hari, dengan didampingi dosen dan petugas dari DPMD Nunukan. Langsung melanjutkan perjalanannya menyeberang, ke Pulau Sebatik untuk menuju ke titik lokasi penempatannya Mahasiswa tersebut.

(SYAWAL/HUMAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *