Kasus Pengadaan Beras Bulog, Kejari Pinrang Tahan 3 Rekanan

Spread the love

PINRANG, MNC. — Kasus dugaan korupsi pengadaan beras Bulog di Gudang Lamajakka 1 Kansilog Pinrang tahun 2016, Kejari Pinrang akhirnya menahan tiga rekanan sebagai tersangka, setelah sebelumnya dinyatakan P-21.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pinrang telah melakukan proses tahap dua atau penyerahan lll tersangka dan barang bukti kasus tersebut, juga dilakukan, Selasa malam, (9/10/2018).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pimrang, Sri Heny Alamsari melalui Kasi
Pidsus, Muhammad Yusran, kepada wartawan mengungkapkan hal ini, Kamis (11/10/2018).

“Setelah ditahap dua kan, selanjutnya kami lakukan penahanan terhadap
ketiga tersangka. Saat ini, ketiganya ditahan di Lapas Makassar untuk
menjalani proses hukum lebih lanjut,” ungkap Muhammad Yusran.

Yusran menyebutkan, pelimpahan BAP kasus tersebut ke Pengadilan Tipikor
Makassar akan dilakukan pekan ini.
“Kasus ini terjadi pada tahun 2016, dengan kerugian negara sebanyak lima
miliar rupiah lebih,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan beras ini, ketiga
tersangka yaitu Abdul Majid (Mantan Kansilog Bulog Pinrang), Muhammad Sadik Bin Launde (Mantan Kepala Gudang Bulog Lamajakka 1 Pinrang) serta Umar Bin Launde (Rekanan Pengadaan). Dimana, antara tersangka Sadik dan Umar masih
terikat pertalian saudara kandung. (AA/Ika).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *