Kisah Sedih Warga Lampa Toa Pinrang Tanpa Listrik

Spread the love

PINRANG, MNC – Pernahkah anda berkunjung di d’i lingkungan Lampa Toa Kecamatan Duampanua ?

Berkunjung di lingkungan Lampa timur atau di kenal Lampa toa di kelurahan Lampa kecamatan Duampanua Pinrang Sulawesi Selatan.

Tentunya kita tersentuh dengan terpanggil melihat kondisi memprihatinkan yang dialami masyarakat di sana.

Betapa tidak, sekitar 20 Kepala Keluarga yang tinggal tak jauh dari pedalaman bulu tirasa ini, nampak memprihatikan sekaligus memiluhkan hati.

Pasalnya selain akses jalan yang tidak layak dilalui lantaran kondisinya rusak parah. Warga Desa di lingkungan ini belum menikmati listrik seperti daerah lain yang ada di sekitar kecamatan itu.

Ironisnya warga.lungkungan lampa toa Pinrang Sulawesi Selatan ini, harus menelan pil pahit akibat anak anaknya tidak menikmati fasilitas pendidikan formal atau bangunan sekolah.

“Kami butuh perhatian dari pemerintah. Warga disini sudah cukup menderita dengan tidak adanya, listrik, pendidikan formal, jalannya juga tidak bagus,” kata salah seorang warga Lampa Toa, Wannabupil, Minggu (29/6) kemarin.

Ia mengatakan kehidupan warga berkebun dan menggantukan hidup di hutan.

Biasa warga, hasil dari bertani di jual ke pasar Pekkabata, itu pun harus bertarung dengan medan jalan yang rusak parah.

“Baru baru ada pembukaan akses jalan, itu pun setengah menggunakan dana swadaya masyarakat hasil dari berkebun dan hasil hutan di jual ke kota.

Tidak ada pendidikan formal saat ini hanya ada pendidikan non formal. Proses belajar memgajar di kolong rumah oleh para relawan,” sambungnya.

Terpisah, Lurah Lampa, Muhammad Delli, yang dikonfirmasi wartawan melalui selularnya tak menampik kebenaran itu. Ia mengatakan pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pinrang

“Jalan kesana memang kurang bagus, kita sudah koordinasi ke Dinas PUPR Pinrang,” kata Delli, Senin (29/6).

Delli mengaku turut prihatin atas kondisi warganya di Lampa Toa, ia juga mengaku sudah melaporkan ke Bupati Pinrang terkait hal itu. Bahkan kata dia sudah menyampaikan langsung ke salah satu Anggota DPRD Pinrang, terkait aspirasi warganya itu.

“Kasihan memang kondisi warga disana. Tidak ada kelas jauh, mereka hanya bisa belajar di bawa kolong rumah, saya sudah lapor ke Pak Bupati Pinrang. Bahkan saya sudah sampaikan langsung ke anggota DPRD saat reses baru-baru ini,” jelas.(ASWAR AZHAR MNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *