PINRANG,MERPOS – Kondisi SD Negeri 28 Duampanua, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang kian memprihatinkan. Sejumlah ruang belajar tidak layak pakai, sehingga pihak sekolah terpaksa menyulap perpustakaan hingga rumah dinas guru menjadi ruang kelas darurat.
Kepala SDN 28 Duampanua, Habiba, mengungkapkan bahwa dari total 178 siswa, sebagian besar harus belajar di ruangan yang tidak sesuai standar. “Ada ruangan di rumah guru yang kami jadikan kelas, perpustakaan juga dipakai, bahkan kantor lama kami sekat untuk dijadikan dua kelas. Karena jumlah ruang tidak mencukupi,” jelasnya. Senin, (15/09/2025).
Bangunan sekolah yang sudah berusia sekitar 20 tahun itu kondisinya mulai rapuh, terutama pada bagian dasar bangunan. Habiba mengaku khawatir dengan keselamatan siswa apabila tidak ada perbaikan segera.
“Bangunannya sudah lama sekali, kami khawatir dasarnya sudah rapuh. Tapi bagaimana lagi, anak-anak tetap harus belajar,” tambahnya.
Sejak tahun 2020, perpustakaan sekolah resmi dialihfungsikan menjadi ruang kelas. Bahkan, proposal perbaikan dan pembangunan ruang baru sudah berulang kali diajukan ke pemerintah. Namun, hingga kini belum ada realisasi. “Sudah sering diajukan, tapi sampai sekarang belum ada hasil,” ungkap Habiba.
Dengan 178 siswa dan rombongan belajar (rombel) yang bervariasi antara 10 hingga 28 siswa per kelas, Ruang belajar darurat tersebut masih terus digunakan. Pihak sekolah berharap perhatian serius dari pemerintah agar anak-anak bisa menempuh pendidikan dengan nyaman dan aman. ADAM PATONANGI








