• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Internal
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Edisi MERPOS
  • Karir
Merposnews.com - Merajut Persatuan, Berita Terkini, Berita Terbaru, Internasional, Nasional, Regional, Sidrap, pinrang, Parepare, Enrekang, Makassar, Wajo, Pemkab,
Sabtu, 24 Januari, 2026
  • Beranda
  • Daerah
    • Pemkab Sidrap
    • Pemkab Soppeng
    • Pemkab Barru
    • Pemkot Parepare
  • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Mancanegara
  • Gaya Hidup
    • OSIS & Mahasiswa
    • Pramuka
    • Religi
    • Hajatan & Ultah
    • Pendidikan
    • Kesehatan
  • Organisasi & Institusi
    • Pers
    • TNI & Polri
    • Ormas & Komunitas
  • Hukum & Kriminal
  • Partai Politik
    • Legislatif
    • Pemilu Dan Pilkada
    • Bawaslu & KPU
  • Ekonomi Dan Bisnis
  • Advertorial
    • Seni Budaya
    • Hiburan
    • Pariwisata
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Profil
  • Opini
  • Foto News
  • Sorot & Kontrol
  • Belasungkawa
Tidak ditemukan
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Pemkab Sidrap
    • Pemkab Soppeng
    • Pemkab Barru
    • Pemkot Parepare
  • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Mancanegara
  • Gaya Hidup
    • OSIS & Mahasiswa
    • Pramuka
    • Religi
    • Hajatan & Ultah
    • Pendidikan
    • Kesehatan
  • Organisasi & Institusi
    • Pers
    • TNI & Polri
    • Ormas & Komunitas
  • Hukum & Kriminal
  • Partai Politik
    • Legislatif
    • Pemilu Dan Pilkada
    • Bawaslu & KPU
  • Ekonomi Dan Bisnis
  • Advertorial
    • Seni Budaya
    • Hiburan
    • Pariwisata
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Profil
  • Opini
  • Foto News
  • Sorot & Kontrol
  • Belasungkawa
Tidak ditemukan
View All Result
Merposnews.com - Merajut Persatuan, Berita Terkini, Berita Terbaru, Internasional, Nasional, Regional, Sidrap, pinrang, Parepare, Enrekang, Makassar, Wajo, Pemkab,
Home Opini

Kualitas Pendidikan Indonesia Emas Tahun 2045 : Persimpangan Antara Harapan Besar dan Tantangan Nyata

Admin by Admin
6 September 2025
- Opini
0
A A
0
10
Bagikan
26
Melihat
PostingBagikanTwit

Ditulis oleh Wentriani
Peserta Advance Training (LK-III Tingkat Nasional) BADKO HMI Kalimantan Selatan

Kualitas pendidikan Indonesia saat ini berada dalam persimpangan antara harapan besar dan tantangan nyata. Di satu sisi, jumlah guru yang melimpah, bonus demografi, serta hadirnya Kurikulum Merdeka dan transformasi digital memberi peluang emas untuk kemajuan bangsa. Namun di sisi lain, kesenjangan akses, rendahnya literasi, dan kualitas guru yang belum merata masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.

Berita Lainnya

Menjaga Cita Rasa Tradisional Palekko di Tengah Persaingan

Dilema Guru : Antara Kewajiban Mengajar dan Risiko Kriminalisasi

Hardiknas 2025: Pendidikan Butuh Waktu dan Konsistensi Pemerintah

Guru sebagai aktor utama pendidikan menghadapi beban besar: kompetensi yang beragam, distribusi yang timpang antara kota dan daerah 3T, serta kesejahteraan yang belum sepenuhnya adil terutama bagi guru honorer. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, sehingga hasil studi internasional seperti PISA menunjukkan capaian siswa Indonesia masih di bawah rata-rata dunia.

Kurikulum Merdeka hadir sebagai inovasi penting, dengan fokus pada pembelajaran berbasis proyek, penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan penguasaan keterampilan abad 21. Namun, implementasinya menghadapi tantangan karena belum semua sekolah memiliki kesiapan fasilitas dan kompetensi guru yang memadai.

Ilmu pengetahuan juga menghadapi masalah serupa. Akses pada sumber riset dan publikasi ilmiah masih terbatas, budaya riset belum mengakar, dan sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah belum optimal. Padahal, tanpa ilmu pengetahuan yang kuat, bangsa sulit bersaing di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi.

Di sisi lain, perkembangan teknologi adalah kekuatan sekaligus tantangan. Digitalisasi membuka akses informasi dan pendidikan yang luas, namun juga menimbulkan kesenjangan digital, ancaman keamanan data, serta disrupsi dunia kerja. Tanpa literasi digital yang baik, teknologi justru bisa memperlebar jurang ketidakadilan sosial.

Oleh karena itu, solusi yang ideal adalah memperkuat ekosistem pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan pendekatan holistik. Pemerintah perlu meningkatkan anggaran riset dan pendidikan, menjamin distribusi serta kesejahteraan guru, dan memperluas akses pendidikan berbasis teknologi hingga daerah 3T. Dunia industri dan akademik harus lebih erat berkolaborasi untuk memastikan ilmu pengetahuan terhubung dengan kebutuhan nyata masyarakat. Selain itu, literasi dasar — membaca, numerasi, digital, dan sains — perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu menghadapi era penuh ketidakpastian.

Kebijakan pendidikan yang ideal adalah kebijakan yang berpihak pada pemerataan, penguatan riset, dan pembangunan karakter, sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas generasi muda. Dengan demikian, pendidikan Indonesia tidak hanya menghasilkan tenaga kerja, tetapi juga mencetak manusia berdaya saing, berkarakter, dan berkontribusi bagi peradaban dunia.

HMI Hadir Untuk Indonesia

Menjawab tantangan ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melalui bidang Pemberdayaan Perempuan (KOHATI) meneguhkan perannya sebagai agen perubahan, khususnya dalam bidang pendidikan menilai bahwa pemberdayaan perempuan melalui pendidikan adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kita melihat pendidikan bukan sekadar urusan kurikulum dan fasilitas, tetapi juga keberpihakan pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas guru, serta pemberdayaan perempuan juga penting dilakukan Karena perempuan berpendidikan adalah kunci lahirnya generasi emas.

Berbagai bentuk aksi nyata perlu di lakukan sebagai bentuk dukungan antara lain: Kohati Mengajar, hadir di sekolah-sekolah pelosok untuk mendukung pemerataan pendidikan, Gerakan Literasi Digital Perempuan: mengedukasi generasi muda agar bijak dan produktif menggunakan teknologi, Riset & Diskusi Pendidikan: mendorong budaya ilmiah dan pemikiran kritis kader perempuan, Komunitas Mentoring seperti mendampingi pelajar perempuan agar siap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Kita percaya bahwa melalui peran aktif semua stakeholder dalam pendidikan, Indonesia dapat mengatasi ketimpangan kualitas, memperkuat budaya literasi, dan menyiapkan generasi muda yang unggul. Dengan demikian, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan hanya wacana, tetapi visi nyata yang dapat diwujudkan bersama.

“Pendidikan adalah jalan panjang, dan HMI melalui bidang Pemberdayaan Perempuan harus siap berjalan di garis depan untuk memastikan perempuan berdaya, generasi muda cerdas, dan Indonesia melangkah mantap menuju 2045,” Wentriani

Tagar: Indonesia Emas Tahun 2045Kualitas PendidikanopiniPersimpangan Antara Harapan Besar dan Tantangan Nyata
Bagikan4KirimTweet3

Berita Terkait

Menjaga Cita Rasa Tradisional Palekko di Tengah Persaingan

Menjaga Cita Rasa Tradisional Palekko di Tengah Persaingan

25 Desember 2025
23
Dilema Guru : Antara Kewajiban Mengajar dan Risiko Kriminalisasi

Dilema Guru : Antara Kewajiban Mengajar dan Risiko Kriminalisasi

27 Mei 2025
78
Hardiknas 2025: Pendidikan Butuh Waktu dan Konsistensi Pemerintah

Hardiknas 2025: Pendidikan Butuh Waktu dan Konsistensi Pemerintah

2 Mei 2025
187
Deru Debu HPN dan HUT PWI ke 79 Tahun 2025

Deru Debu HPN dan HUT PWI ke 79 Tahun 2025

11 Februari 2025
15
In Memoriam M.Alwi Hamu, 80 tahun PEMIMPIN, SAHABAT dan PABRIK IDE

In Memoriam M.Alwi Hamu, 80 tahun PEMIMPIN, SAHABAT dan PABRIK IDE

19 Januari 2025
31
Komitmen Indonesia Nol Emisi Karbon 2060 Melalui Sulbar “Sepekan Menanam Mangrove”

Komitmen Indonesia Nol Emisi Karbon 2060 Melalui Sulbar “Sepekan Menanam Mangrove”

30 Agustus 2024
9

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Service panggil

Berita Terbaru

  • Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Terima Amanah Pimpin DPW NasDem Sulsel
  • Rakor Perdana 2026: Sidrap Targetkan Jadi Terbaik Turunkan Stunting di Sulsel
  • HUTDA ke-682 Sidrap Disiapkan Jadi Momentum Kebersamaan Warga
  • Pemuda dan Mahasiswa Luwu, Tagih Janji Negara Pemekaran Luwu Raya

TABLOID MERPOS edisi 176, JUNI+ JULI ,2025

Kategori Berita

  • Beranda
  • Daerah
    • Pemkab Sidrap
    • Pemkab Soppeng
    • Pemkab Barru
    • Pemkot Parepare
  • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Mancanegara
  • Gaya Hidup
    • OSIS & Mahasiswa
    • Pramuka
    • Religi
    • Hajatan & Ultah
    • Pendidikan
    • Kesehatan
  • Organisasi & Institusi
    • Pers
    • TNI & Polri
    • Ormas & Komunitas
  • Hukum & Kriminal
  • Partai Politik
    • Legislatif
    • Pemilu Dan Pilkada
    • Bawaslu & KPU
  • Ekonomi Dan Bisnis
  • Advertorial
    • Seni Budaya
    • Hiburan
    • Pariwisata
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Profil
  • Opini
  • Foto News
  • Sorot & Kontrol
  • Belasungkawa
Tentang Kami | Redaksi
Kode Etik Internal | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Edisi MERPOS | Karir
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Internal
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Edisi MERPOS
  • Karir

© 2023 Merposnews.com

Tidak ditemukan
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Pemkab Sidrap
    • Pemkab Soppeng
    • Pemkab Barru
    • Pemkot Parepare
  • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Mancanegara
  • Gaya Hidup
    • OSIS & Mahasiswa
    • Pramuka
    • Religi
    • Hajatan & Ultah
    • Pendidikan
    • Kesehatan
  • Organisasi & Institusi
    • Pers
    • TNI & Polri
    • Ormas & Komunitas
  • Hukum & Kriminal
  • Partai Politik
    • Legislatif
    • Pemilu Dan Pilkada
    • Bawaslu & KPU
  • Ekonomi Dan Bisnis
  • Advertorial
    • Seni Budaya
    • Hiburan
    • Pariwisata
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Profil
  • Opini
  • Foto News
  • Sorot & Kontrol
  • Belasungkawa

© 2023 Merposnews.com

Selamat Datang Kembali!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In