Kunker Menteri Pertanian Berlalu, Namun Menyisakan Kekecewaan. Kadis PKPK Parepare Turut Prihatin…

Spread the love

PAREPARE, MNC – Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Pertanian Dr. Ir. H Andi Amran Sulaiman, MP di Pangkep (9/4/2019) telah berlalu. Namun menjadi pergunjingan dikalangan Warga dan LSM serta Wartawan di Parepare.

Pasalnya Penyuluh Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare, Juraid mendata, Mama Ayu penjual kopi dan makanan di jalan Sultan Hasanuddin (depan kantor Polisi Lalu Lintas) Parepare. Beserta warga lainnya.

Muradi salah satu anggota Lembaga Aliansi Indonesia, kepada MERPOSNEWS.COM Minggu (14/4/2019) mengakui menulis nama. sekitar 50 orang yang bersedia berangkat ke Pangkep.

Sambung Muradi ‘Catat saja orangnya biar berapa, paling banyak paling bagus, untuk di kirim ke Jakarta,” kata Juraid yang ditirukan Muradi. Kemudian diserahkan kepada Juraid untuk dikirim ke Jakarta, katanya.

Masih kata Juraid yang ditirukan Muradi bahwa, “nantinya diterima 150 rb untuk transpor dan uang saku, kalau untuk makan siang di tanggung Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota (PKPK) Parepare, janjinya Juraid

Dari penelusuran MERPOSNEWS.COM diketahui bahwa, yang tercatat nama sekitar 50 orang itu batal.

Salah satu warga, Firman kepada Media ini (7/4/2019) mengungkapkan bahwa, hanya 18 orang terdaftar untuk Kelompok Tani, beber Firman.

Sarman dari Media Jurnal merasa kecewa karena sudah terdaftar, terus batal. “Bukan persoalan uang saku, tapi kebersamaan kami, bersama teman-teman guna peliputan berita kunker Menteri Pertanian,” sesalnya yang sudah keburu-buru dari Barru.Termasuk Toni beserta rekan lainnya turut ‘kecele’ sambil renungkan “Kok uda dicatat, lalu batal, ada apa?

Kepala Dinas PKP Kota Parepare Hj. Rostina, MP ketika dikonfirmasi MERPOSNEWS.COM (12/4/2019) mengutarakan, kunker Menteri Pertanian, untuk peserta Parepare sekitar 850 orang. Yaitu kelompok KSPN, Ketahanan Pangan, Para Penyuluh Pertanian yang mengurus daftar peserta, pungkas Rostina yang juga turut hadir sebagai undangan.

Namun Kadis, menyesalkan stafnya

Juraid, karena mendata warga, tanpa koordinasi ke Bidang Penyuluh Andi Rahma dan Lukman. Kenapa melebar mencari orang, ini tanggungjawab Juraid, tegasnya Rostina sambil nyesal.

(ANDI WALINONO/MNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *