Luar Biasa, Hanya Mengelola Sampah Dilingkungan. Pemkot Palopo Daftar 105 Peserta BPJS Ketenagakerjaan…

Spread the love

PALOPO, MNC — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Palopo. Menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, kepada masyarakat Kecamatan Mungkajang, Palopo, Selasa 14 Mei 2019.

Penyerahan kartu tersebut. Diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palopo Hendrayanto, yang disaksikan oleh Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Maluku Toto Suharto, dan Asisten I Kota Palopo Burhan Nurdin.

Kepada masyarakat yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Didampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Hendrayanto disaksikan seluruh Camat yang ada di Kota Palopo.

Hendrayanto berterima kasih kepada pemerintah Daerah Kota Palopo, dan Kecamatan Mungkajang. Karena telah menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat. Pentingnya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hebatnya lagi, “Masyarakat hanya mengelolah sampah plastik yang ada dilingkungan sekitarnya, dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan”. Selain menjaga kebersihan, juga mendapat jaminan perlindungan.

Hendrayanto menambahkan, semoga seluruh kecamatan yang ada di Kota Palopo. Ikut serta program pengelolaan sampah ini. Yang menghasilkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakatnya. Yang mayoritas disini sebagai pekerja non formal seperti petani, nelayan, pedagang, ojek dan lainnya. Sehingga untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan harus mendaftar secara mandiri.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Palopo HM.Judas Amir, Asisten 1 Setda Drs H Burhan Nurdin mengatakan, ini merupakan inovasi baru yang sama sekali belum ada di daerah lain.

”Walikota sampaikan agar hal ini dapat diteruskan dan dicontoh masyarakat lainnya, bagaimana bisa memanfaatkan sampah menjadi lebih baik lagi,” kata Burhan.

Sejak Maret 2019, masyarakat yang sudah menjadi peserta sebanyak 105 orang, yang berasal dari Kecamatan Mungkajang.

“Masyarakat yang terdaftar sebagai peserta, hanya dengan cara mengelola sampah plastik yang ada disekitar lingkungan mereka”. Dengan cara dikumpulkan serta dibawah ke kantor Lurah. Selanjutnya, akan diangkut oleh mobil-mobil sampah untuk dibawa ke bank sampah, untuk diolah dan dijual. Dari hasil penjualan sampah tersebut, akan menjadi iuran perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sebelum program ini berjalan, BPJS Ketenagakerjaan bersama Dinas Tenaga Kerja, Dinas Lingkungan Hidup, dan Camat Mungkajang gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Disampaiakan hanya dengan Rp 5.400 atau dengan menjual 2.2 kg sampah plastik. Masyarakat sudah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan selama 1 (satu) bulan. Dengan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).(SUARDI/MNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *