Mama Ayu Protes Gas Elpiji. Begini Tangkisan Tarigan

Spread the love

PAREPARE, MNC – Salah seorang penjual kuliner di jalan Sultan Hasanuddin bernama Mama Ayu membeberkan, “Liatki ini tabung Gas 3 kg, barusan kubeli dan isinya tidak penuh,”protesnya pengusaha Kaki Lima Tegal kepada MERPOSNEWS.COM bersama Media Jurnal Sarman pekan lalu.

Manejer Head Security Eaportemen SPBE Lumpue Parepare T.Tarigan ketika dikonfirmasi di kantornya, Selasa (16/7/2019) menjelaskan bahwa, tidak selamanya tekanan itu sama, jadi kita terima apa adanya. “Tapi kalau kita bicara masalah isi tabung, harus dibuktikan dengan alat timbangan, tangkisnya Tarigan.

Lanjutnya, begitu kedatangan tabung di timbang, yakni berat kosong 5 kg, isinya 3 kg jadi totalnya 8 kg. Ada toleransi kurang atau lebih. “Terkadang Agen maupun siapa, yah namanya mesin kita tidak tahu apakah eror, mungkin memang kurang isi gasnya, boleh kembalikan untuk diganti.

Penjual Makanan dan Minuman Warung Tegal, Mama Ayu (Foto : AWANG/MNC)

Sembari mengatakan, tapi pengembalian itu prosedurnya harus Pengecer serahkan ke Pangkalan. Kemudian Agen selanjutnya menyerahkan kepada SPBE, saya bertanggungjawab.

Makanya diwajibkan setiap pangkalan memiliki timbangan, namun para pangkalan tidak lakukan kontrol penimbangan, sesal Manejer HSE.

Tarigan sebutkan, pernah juga dari LSM datang bahwa, ada isi air tabungnya. Saya jawab, ayo kita buktikan dan bawa kesini tabungnya. Jangan hanya foto di perlihatkan, kita lihat bersama dan jangan terbuka segel, kita buktikan, tantangnya saat itu.

Dijelaskan, terkadang sumber Elpiji ada luar negeri dan dalam negeri, kandungannya semua kita tidak paham. Elpiji itu di dalamnya bukan semua benda cair. Tapi Gas yang bertekanan cair ini menjadi api, tapi Gas yang tekanan sudah berkurang, digoyangkan masih ada isinya.

Inilah tabung Gas milik Mama Ayu (Foto : AWANG/MNC)

Dalam tabung ada dua jenis cairan,satu bentuk liquid dan uap Gas. Keduanya, bisa berubah Plavour namanya, uap ini berubah cairan pada saat suhu tertentu. Tetapi kalau dia panas, ini bisa berubah gas.

Perlu dipahami biasanya digunakan 3 sampai 4 hari. Kalau normal pemakaian satu minggu. Olehnya itu, sebaiknya edukasi, saran Manejer.

Karenanya, mengenai Gas yang berkurang atau lebih isinya. Berpedoman peraturan yakni, yang menentukan berat adalah timbangan.

Sehingga mengukur tekanan yang keluar out put adalah BAR, bukan satuannya KG. BAR itu disatuannya tekanan. Semua alat ukur timbangan di tera oleh Meteorologi Dinas Perdagangan secara berkala. Kami memiliki Sertifikat, tandasnya Tarigan.

Sementara Erwin Aris Bagian Administrasi Pertamina SPBE PT.Luwu Petroleum, PT Pare Elpiji Pratama kepada Media ini mengatakan, terdapat 60 karyawan dengan honor 2, 8 juta Perbulan, dan terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, ujarnya singkat.

(ANDI WALINONO PANGERANG/MNC)

Area SPBE Lumpue Parepare (Foto : AWANG/MNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *