Masjidil Haram Tak Ramai Lagi, Jemaah Haji Lutea Bebas Beribadah

Spread the love

ARAB SAUDI, — Jemaah Haji kloter 35 gabungan Kabupaten Luwu Utara dan Enrekang, kini bebas melaksanakan ibadah tanpa harus berdesak-desakan di tengah keramaian. Pasalnya, jemaah haji dari kloter lainnya sudah banyak yang meninggalkan tanah suci.

“Kondisi di Haram saat ini sudah tidak terlalu ramai lagi, sehingga lebih mudah melaksanakan ibadah di dalam masjid karena sudah banyak jemaah yang pulang,” ungkap Ketua Rombongan II, Muhammad Kasrum, dari Masjidil Haram Arab Saudi, Selasa (11/9) waktu Indonesia.

Kasrum mengatakan, kesempatan berada di masjidil haram digunakan jemaah untuk melaksanakan salat lima waktu dan ibadah-ibadah lainnya, seperti salat sunnah dan umrah sunnah. “Tidak terasa jemaah haji kloter 35 sudah  berada di Tanah Suci selama kurang lebih 4 minggu. Rencananya, Sabtu 15 September pukul 14.00 WAS, jemaah haji akan menuju Madinah,” ungkap Asisten Administrasi Umum Pemda Luwu Utara ini, seraya menambahkan bahwa jemaah haji dalam kondisi sehat dan tetap antusias beribadah.

“Alhamdulillah, pelayanan petugas haji sangat memuaskan, baik dari segi akomodasi dan komsumsi. Kloter 35 saat ini tinggal di sektor 11 Hotel Kiswah Tower 4 dengan menempati lantai 18 dan 19 dari 30 lantai. Sementara jarak hotel ke Masjidil Haram kurang lebih 1 km, sehingga jemaah bebas ke madjid Haram melaksanakan ibadah dan tidak tergantung dengan mobil angkutan,” ujar Kasrum menambahkan.

Senada dengan Kasrum, Ketua Yayasan Fastabiqul Khairat, Haji Rudi, yang sudah lebih 20 kali melaksanakan ibadah haji ini mengatakan bahwa salah satu keuntungan berangkat ke Tanah Suci paling akhir adalah jemaah haji yang berusia lanjut dapat melaksanakan ibadah dengan mudah dan tenang, tanpa ada gangguan keramaian dan berdesak-desakan.

“Inilah enaknya kalau kloter terahir, kita bebas beribadah, khususnya bagi orang tua. Saat jemaah ramai dan padat, tidak mungkin kita berani antar ke Haram, tapi dalam kondisi sudah tidak ramai lagi, Alhamdulillah, kita sudah berani antar ke Ka’bah,” terang Rudi.

“Alhamdulillah semua jemaah sudah melaksanakan tawaf ifadah yang berarti jemaah sudah sempurna dalam melaksnakan haji. Sementara tawaf wada atau perpisahan direncanakan hari jumat,” pungkas Rudi. (LH/HMS/Suardi/Ika).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *