JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku mewaspadai eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan global. Meski demikian, pemerintah memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Lebaran 2026.
Amran menyebut ketegangan geopolitik, termasuk potensi blokade Selat Hormuz oleh Iran, dapat mengganggu jalur perdagangan internasional dan memicu inflasi, khususnya pada komoditas penunjang produksi pangan seperti pupuk.
“Kita harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Harga bahan bisa naik. Tapi Indonesia aman, stok kita cukup,” ujar Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (3/3/2026).
Cadangan Beras Capai 3,7 Juta Ton
Menurut Amran, cadangan beras pemerintah saat ini telah mencapai sekitar 3,67 juta ton dan diperkirakan menembus 3,7 juta ton dalam waktu dekat. Angka tersebut diklaim menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Bahkan, pemerintah menargetkan stok meningkat hingga 5 juta ton pada April 2026 tanpa impor.
“Stok beras kita sangat cukup. Swasembada beras 3,7 juta ton ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Kita targetkan April bisa 5 juta ton tanpa impor,” tegasnya.
Lonjakan stok membuat kapasitas gudang Perum Bulog yang sebelumnya sekitar 3 juta ton menjadi penuh. Pemerintah pun menambah sewa gudang hingga 2 juta ton guna menampung limpahan beras.
Swasembada Jadi Modal Hadapi Gejolak Global
Amran menegaskan bahwa swasembada pangan, khususnya beras, menjadi kunci ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global. Konsumsi beras masyarakat Indonesia mencapai 65–70 persen dari pola pangan nasional.
“Beras adalah inti pangan kita. Kalau daging tidak ada, bisa diganti telur. Kalau telur tidak ada, bisa ikan. Tapi beras tetap menjadi konsumsi utama,” jelasnya.
Selain beras, komoditas lain seperti telur, ayam, dan jagung juga dipastikan dalam kondisi aman. Bahkan, Indonesia telah mengekspor telur kemasan ke sejumlah negara Asia sebagai bukti daya saing di tengah gejolak global.
Amran menyebut Presiden Prabowo Subianto turut menanyakan langsung kondisi pangan nasional. Pemerintah memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terkendali hingga Lebaran.
Informasi data pangan nasional dapat diakses melalui laman resmi Badan Pangan Nasional di https://bapanas.go.id (external link).
Antisipasi Kenaikan Harga Global
Meski stok aman, Amran tidak menutup kemungkinan kenaikan harga bahan baku impor akibat terganggunya jalur distribusi internasional. Pemerintah terus memantau perkembangan global serta memperkuat produksi dalam negeri agar tidak bergantung pada impor.
Ia mengimbau masyarakat tidak panik karena pemerintah terus mengawal stabilitas pasokan dan harga pangan strategis.
Dengan kondisi cadangan beras yang melimpah serta produksi komoditas utama yang stabil, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski tekanan global meningkat.








