PAREPARE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Parepare menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), koordinator wilayah, perwakilan yayasan, serta sejumlah dinas teknis terkait.
Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Disdikbud Kota Parepare dengan tujuan menyatukan persepsi dalam pelaporan data penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Parepare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Parepare, Dede Harirustaman, mengatakan bahwa rapat tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program nasional tersebut berjalan tertib dan terukur.
“Kami hari ini melaksanakan rapat koordinasi untuk menyatukan persepsi dalam pelaporan data penyaluran MBG di Kota Parepare,” kata Dede Harirustaman, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program memiliki standar yang sama dalam proses pendataan, penyaluran, hingga evaluasi program.
Evaluasi Program Strategis Nasional
Selain membahas mekanisme pelaporan data penyaluran MBG, rapat koordinasi tersebut juga menyinggung sejumlah regulasi dari Kementerian Dalam Negeri terkait evaluasi kinerja kepala daerah.
Dede menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program strategis nasional menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja pemerintah daerah.
“Rapat ini juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap Permendagri terkait kinerja kepala daerah, salah satunya mengenai bagaimana menyukseskan program strategis nasional dari Presiden,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan program nasional dapat terlaksana secara optimal di daerah.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak serta mendukung kesehatan dan perkembangan generasi muda.
Satgas MBG Perkuat Jadwal Distribusi
Dalam rapat tersebut juga dibahas kinerja satuan tugas (satgas) percepatan pelaksanaan Program MBG yang telah dibentuk sejak tahun 2025.
Satgas tersebut berperan penting dalam memastikan distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat berjalan tepat sasaran.
Dede mengungkapkan bahwa ke depan satgas akan menyusun jadwal kegiatan yang lebih terstruktur, mulai dari pengelolaan data, pasokan bahan baku, proses penyaluran, hingga evaluasi program.
“Salah satu intensitas kami yaitu penjadwalan, baik itu terkait data penerima, pasokan bahan baku, penyaluran, hingga pelaporan pada tahap akhir evaluasi,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sekaligus memastikan transparansi dalam pengelolaan data.
33.374 Warga Terima Manfaat Program MBG
Disdikbud Parepare mencatat bahwa hingga saat ini Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 33.374 penerima manfaat di Kota Parepare.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak.
Sementara itu, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi saat ini mencapai 14 unit.
Seluruh SPPG tersebut tersebar di empat kecamatan di Kota Parepare, sehingga memudahkan proses distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Dengan adanya koordinasi yang intensif antara pemerintah daerah, yayasan, serta berbagai instansi terkait, Disdikbud Parepare optimistis program tersebut dapat berjalan semakin efektif ke depannya.
Pemerintah juga berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus meningkatkan kualitas kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak-anak di Kota Parepare.








