PAREPARE, MERPOS – Semangat kekeluargaan terpancar jelas saat Forum Silaturahmi Anak Tentara (FORSAT) dan komunitas Anak Asrama Korem 142 Tatag (AAK) Parepare, menggelar pertemuan perdana yang dikemas dalam suasana hangat. Pertemuan ini berlangsung di kediaman Yopy Siman, Perumahan Graha D’Nailah Parepare, Sabtu (14/2/2026).
Momen spesial ini bertepatan dengan syukuran atas selesainya studi Ardyanti Pare, SH, anak sambung dari Yopy Siman, di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Namun, lebih dari sekadar syukuran, pertemuan ini menjadi batu loncatan untuk mempererat kembali ikatan emosional para keturunan anak prajurit TNI.
Dalam pertemuan tersebut, dua agenda besar dicanangkan, yakni Halal Bihalal Akbar akan digelar pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, di Pantai Lumpue Parepare. Acara ini diprediksi akan menjadi magnet bagi Anak Asrama Korem 142 Taro Ada Taro Gau (Tatag), yang kini tersebar di dalam maupun luar Sulawesi Selatan. Juga
keberlanjutan Arisan AAK, guna memperkuat fondasi melalui arisan sebagai wadah silaturahmi rutin.
Andry Haya, selaku Ketua Arisan AAK, didampingi senior Wenpy, menekankan pentingnya kolaborasi bagi AAK yang berdomisili di Kota BJ.Habibie. “Kami mengharapkan perhatian dan kerja sama rekan – rekan di Parepare, agar rencana besar di Pantai Lumpue nanti bisa terlaksana sukses sesuai harapan,” ujarnya.
Nada penuh semangat juga datang dari penggagas FORSAT, Sudirman Sudding, atau yang akrab disapa Pak Jendral. Ia mengajak seluruh elemen, baik anak TNI maupun anak sipil yang pernah tumbuh besar di lingkungan Asrama Korem, untuk hadir.
”Ayo, seluruh anak TNI dan Sipil asrama dulu, termasuk teman-teman Forsat, kita hadir bernostalgia. Ini momen untuk kembali merajut cerita lama,” ajak Sudirman.
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa meski waktu berlalu dan jarak memisahkan, ikatan sebagai sesama “Keluarga besar Anak Tentara dan Anak Sipil,” tetap tak lekang oleh waktu, imbuh penggemar turing ini. SYAMSI.








