SIDRAP, MERPOS – Suasana lingkungan UPT SD Negeri 3 Lainungan menjadi penuh semangat dan kegembiraan pada tanggal 6–7 Desember 2025 karena Perkemahan Sabtu–Minggu (Persami) Tingkat Penggalang.
Acara yang diadakan di pangkalan sekolah tersebut melibatkan 62 peserta didik (28 putra dan 34 putri), serta didukung oleh Kepala Sekolah, pembina pramuka, guru sebagai panitia, dan orang tua murid.
Kegiatan yang dirancang untuk memperkuat ikatan antar warga sekolah dan menumbuhkan karakter peserta didik ini berjalan lancar dari siang hari hingga malam, penuh dengan rangkaian aktivitas kepramukaan yang menarik dan bermanfaat.
Upacara Pembukaan: Semangat Kepramukaan Terpasang dari Awal
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SD Negeri 3 Lainungan yang juga menjabat sebagai Mabigus, Bapak Subarno, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Bapak Subarno menekankan pentingnya PERSAMI sebagai wadah untuk mengasah kemandirian dan kerja sama anak-anak sejak usia dini.
“Perkemahan ini bukan cuma sekadar main di luar ruangan, tapi kesempatan untuk anak-anak belajar menghadapi tantangan, bekerja sama dengan teman, dan membangun karakter yang kuat,” ungkap Bapak Subarno. “Kami berharap hasil kegiatan ini bisa bermanfaat bagi perkembangan mereka menjadi pribadi yang berkarakter dan peduli sesama.”
Setelah pembukaan, peserta langsung dibagi menjadi beberapa regu untuk memulai serangkaian aktivitas yang telah disiapkan panitia.
Materi Kepramukaan: Belajar Keterampilan Praktis dan Nilai Moral
Selama dua hari, peserta diajarkan berbagai materi kepramukaan yang bermanfaat, antara lain:
– LKBB (Latihan Keterampilan Dasar Binaan): Anak-anak diajarkan cara membangun tempat tidur sederhana, menyusun perlengkapan, dan menjaga kebersihan lingkungan perkemahan. Hal ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan kesadaran akan kebersihan.
– Pioneering: Kegiatan ini melibatkan pembuatan struktur sederhana dari tali dan kayu, seperti jembatan tali atau tempat duduk. Melalui pioneering, peserta belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan memecahkan masalah secara kolaboratif.
– Sandi/Morse: Anak-anak diajarkan cara membaca dan menulis sandi Morse, yang merupakan keterampilan khas kepramukaan yang melatih konsentrasi dan kecepatan pikir.
Selain materi teoritis dan praktis, peserta juga mengikuti kegiatan unggun api pada malam hari. Di bawah sinar api unggun, mereka berbagi cerita, menyanyi lagu pramuka, dan berbagi pengalaman sehari-hari. Momen ini menjadi salah satu yang paling dinanti, karena membuat ikatan antar regu semakin erat.

Lomba Antara Regu: Semangat Berjuang dan Sportivitas Terpancar
Untuk menambah semangat, panitia menyelenggarakan dua jenis lomba antar regu: yel-yel dan sambung lagu. Kedua lomba ini dirancang untuk melatih kreativitas, kerja sama tim, dan sportivitas.
Lomba Yel-Yel
Regu-regu bersaing menunjukkan yel-yel yang dibuat sendiri, lengkap dengan gerakan dan semangat yang meriah. Hasilnya:
– Juara I: Regu Cemara (dengan yel-yel yang paling kreatif dan terkoordinasi)
– Juara II: Regu Wijaya
– Juara III: Regu Jasmin
Lomba Sambung Lagu
Lomba ini menantang regu untuk menyambung lirik lagu pramuka atau lagu anak yang dikenal. Semua regu menunjukkan kemampuan yang mengesankan, dan hasilnya:
– Juara I: Regu Elang (dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi dalam menyambung lirik)
– Juara II: Regu Macan
– Juara III: Regu Lili
Meski bersaing, semuanya tetap saling merayakan keberhasilan satu sama lain. “Saya senang karena regu kita menang, tapi teman-teman dari regu lain juga hebat,” ujar Ariqa As Zahra, seorang peserta dari Regu Wijaya. IRJAS/DP












