JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengundang para Presiden dan Wakil Presiden terdahulu untuk menghadiri pertemuan silaturahmi dan diskusi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.
Informasi tersebut disampaikan melalui pesan singkat oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Selain mantan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo juga mengundang para mantan Menteri Luar Negeri serta ketua umum partai politik yang memiliki kursi di parlemen.
“Bapak Presiden ingin mendengar serta bertukar pandangan dengan para tokoh tersebut,” ujar Teddy.
Dalam undangan resmi disebutkan agenda pertemuan berupa silaturahmi dan diskusi. Presiden Prabowo disebut ingin menghimpun pandangan dari para tokoh bangsa terkait berbagai isu strategis, termasuk dinamika global yang tengah berkembang.
Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kembali memanas setelah serangkaian serangan militer terjadi pada akhir Februari lalu.
Situasi geopolitik tersebut dinilai berpotensi berdampak pada stabilitas kawasan dan ekonomi global, termasuk Indonesia.
Kehadiran Presiden Terdahulu
Undangan tersebut ditujukan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, serta Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Ajudan Presiden Joko Widodo, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, memastikan Jokowi akan menghadiri undangan tersebut. Dalam undangan disebutkan acara dimulai pukul 19.30 WIB.
“Kalau di undangannya tertulis pertemuan silaturahmi dan diskusi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Jokowi biasanya hadir lebih awal dari waktu yang ditentukan dalam undangan resmi.
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menyatakan Megawati Soekarnoputri berhalangan hadir karena tengah mengikuti rangkaian agenda internal partai di Bali yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Megawati disebut baru akan kembali ke Jakarta pada akhir pekan ini.
Pengamat menilai langkah Presiden Prabowo mengundang para pemimpin terdahulu mencerminkan upaya membangun komunikasi dan konsolidasi nasional di tengah dinamika global.
Silaturahmi lintas generasi kepemimpinan dinilai penting untuk menjaga stabilitas politik dan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan internasional.
Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang dialog strategis demi menjaga kepentingan nasional dan stabilitas dalam negeri.








