RRI Nunukan Bisa Sebagai Fasilitator dan Mediator. Kata Bupati Laura

Spread the love

NUNUKAN, MNC – Radio Republik Indonesia (RRI) Nunukan harus bisa menjadi media yang meluruskan isu negative, dan berita hoax yang berkembang di tengah masyarakat di Kabupaten Nunukan. Terutama menjelang tahun politik tahun 2020 mendatang.

Karena isu negative dan hoax akan sangat mengancam keutuhan di tengah masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid. Saat memberikan kata sambutan dalam Acara Pelantikan Kepala RRI Nunukan di Ruang Pertemuan Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Jumat (12/7/2019)

Laura menyatakan, RRI juga bisa mengambil peran sebagai fasilitator dan mediator. Dalam penyelesaian berbagai masalah yang berkembang di masyarakat. Mengenai persoalan pedagang lintas batas yang berkembang akhir – akhir ini.

Menurut Laura, RRI bisa mengundang para Pejabat Pemerintah yang membidangi dan elemen lain di masyarakat, untuk diajak berdiskusi dan mencarikan solusi.

Selain itu, menurutnya RRI juga harus ikut melakukan sosialisasi program–program Pemerintah yang menyentuh kehidupan masyarakat banyak, contohnya program pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Nunukan. Yang saat ini gencar dilakukan oleh semua lapisan masyarakat.

“Termasuk pula menyebarluaskan capaian-capaian yang sudah diraih oleh Pemerintah kepada masyarakat. Selain untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap Pemerintah. Juga sebagai wujud dari pertanggung jawaban Pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala RRI Syahbana Bandar yang akan pindah tugas sebagai Kepala RRI Sintang, Kalimantan Barat, dan posisinya akan digantikan oleh Yanto, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa. RRI Nunukan sudah membuat beberapa program dialog untuk menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Antara lain program Ngopi di Beranda, Warung Sanggar, dan Cerdas Memilih yang dilaksanakan menjelang pemilu tahun 2019 lalu.

Diharapkan dari dialog – dialog yang dilaksanakan, akan tercapai kesamaan persepsi. Melahirkan solusi terhadap persoalan–persoalan yang ada di tengah masyarakat.

Disamping dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para Kepala Dinas, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, dan kalangan LSM.

Pelantikan Kepala RRI Nunukan tersebut, juga dihadiri Kepala RRI Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Tarakan.

(SYAWAL/HUMAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *