PAREPARE, MERPOS – Menyongsong fajar Ramadhan 1447 Hijriah, Front Persaudaraan Islam (FPI) Kota Parepare mengajak seluruh lapisan umat Muslim untuk tidak sekadar menjadikan puasa sebagai ritual tahunan. FPI menekankan pentingnya memaknai bulan suci ini sebagai “Madrasah Kehidupan” untuk melakukan transformasi spiritual dan sosial secara total.
Dalam pernyataan resminya, FPI Kota Parepare menyambut bulan penuh ampunan ini dengan optimisme tinggi. Ramadhan dinilai sebagai momentum strategis untuk mempererat kembali simpul persaudaraan (ukhuwah) di tengah masyarakat Kota BJ Habibie.
FPI Parepare menegaskan bahwa dimensi puasa mencakup aspek ruhani dan sosial yang tidak terpisahkan. Merujuk pada QS. Al-Baqarah : 183, puasa bukan hanya soal menahan haus dan lapar, melainkan proses pembinaan karakter yang melatih kejujuran, kesabaran, dan empati.
”Ramadhan adalah kesempatan kita untuk naik kelas secara spiritual. Kami mengajak masyarakat untuk menghidupkan malam – malam Ramadhan dengan qiyamul lail, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, dan yang tak kalah penting, memperkuat kepedulian kepada fakir miskin, serta kaum dhuafa melalui zakat dan sedekah,” tulis pernyataan resmi FPI Parepare.
Demi kenyamanan beribadah, FPI Kota Parepare juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas kota. Harapannya, tercipta suasana yang aman, tertib, dan penuh toleransi. Sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan penuh ketenangan.
Menutup seruannya, FPI Parepare memanjatkan doa menyentuh agar seluruh masyarakat diberikan kekuatan, dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah.
”Ya Allah, sampaikanlah kami kepada Ramadhan, berkahilah kami di dalamnya… jadikan Ramadhan ini sebagai sebab turunnya rahmat dan ampunan-Mu, atas Kota Parepare dan seluruh kaum Muslimin.”
Dengan semangat kebersamaan ini, Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi titik balik kebangkitan moral dan menghadirkan keberkahan yang nyata bagi seluruh warga Parepare. IRJAS








