Sentuhan Hati Bupati Nunukan, Buat Bocah Penderita Hidrosefalus di Mansapa

Spread the love

NUNUKAN, MNC – Sungguh malang nasib bocah penderita hidrosefalus, Rafelik Achilles Billy. Asal Mansapa Nunukan Selatan. Di usianya yang masih lima tahun, ia tidak bisa menikmati masa indah seperti layaknya anak-anak pada umumnya. Kondisi kepala yang terus membesar membuat tubuhnya tak lagi mampu menopang. Hanya menghabiskan hari-harinya terbaring lemas tak berdaya, sulit lepas dari gendongan.

Anna Maria ibu bocah penderita hidrosefalus itu tampak menahan sesak di dada. Sebagai orang tua. Ingin anaknya ikut bermain layaknya bocah seusianya. Tetapi, Anna Maria tak bisa berbuat banyak. Keterbasan biaya membuatnya urung untuk membawa anaknya ke dokter.

“Kami tidak pernah membawa kerumah sakit untuk memeriksakan kesehatan. Tapi keterbatasan biaya membuat keluarga tidak bisa apa-apa,” ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Dengan digendong oleh ibunya, Rafelik Achilles Billy anak ketiga dari pasangan Ana Maria dan Damianus, hari ini Kamis (16/05/2019) sedang mengurus untuk menerima PBI (Penerima Bantuan Iuran) di Bagian Kesra Setda Nunukan. Mendapat laporan akan hal itu, melalui bagian Kesra. Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid minta untuk dipertemukan melihat langsung keberadaan Rafelik Achilles Billy.

Rafelik Achilles Billy, merupakan anak kedua dari pasangan Anna, berbagai cara untuk mendapat bantuan. Salah satunya dengan meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Anna Maria pun mendatangi Kantor Bupati dan langsung menemui Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid, di ruang kerjanya, Kamis 16 Mei 2019 sekira pukul 10.30 Wita, tadi pagi. Alhamdulillah, usahanya itu pun membuahkan hasil.

Bupati Nunukan pun dengan ringan tangan, memberikan bantuan kepada Rafelik Achilles Billy. Dengan menginstruksikan Bagian Humas dan Protokol untuk merujuk ke RSUD Nunukan. Agar segera mendapat penanganan medis.

Anna Maria pun mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Bupati Nunukan, yang dengan murah hati membantu pengobatan anaknya.

“Anak saya selama 4 tahun telah menderita penyakit seperti ini, saya disuruh membawa ke RSUD seminggu sekali, cuma saya tidak sanggup karena rumah saya jauh dan tidak memiliki kendaraan pribadi, ” ungkapnya bersedih. (AYU-TUS/MNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *