Sisi Lain Raker PWI Sulsel (1) Ada Teh Jurnalis Galau

Bagikan :

MAKASSAR, MNC – Pagi itu, suasana di seputaran Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulsel, Jl A Pangerang Pettarani terlihat ramai. Puluhan lelaki dan juga wanita mengenakan seragam batik kehijau – hijauan, duduk teratur menghadap podium pada jejeran kursi yang ditata rapi.

Sekitar pukul 10.00-an waktu setempat, satu demi satu muncul tetamu dan undangan berkostum bebas rapi memasuki area gedung, disambut oleh lelaki berseragam batik yang ditugasi. Sesaat kemudian berkumandang suara dari master of ceremony (MC) bahwa acara segera dimulai.

Suasana yang mengundang perhatian itu tak lain, Pembukaan rapat kerja (konferensi kerja) PWI Provinsi Sulsel, Sabtu, (12/6/2021) lalu. Ketika itu, raker dihadiri, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman, Ketua Umum PWI Pusat Atal S.Depari diwakili Ketua Bidang Organisasi, H Zulkifli Gani Ottoh, Ketua PWI Prov Sulsel, HM Agussalim Alwi Hamu, hadirin dan pengurus PWI pleno lengkap.

Baca Juga :  Jelang Pelantikan Pengurus PWI Sulsel. Lawan Hoaks, Bangun Pemberitaan Produktif, Kata Walikota Makassar

Sejatinya, agenda pokok dari raker – sebagaimana telah dilansir media ini pada uraian sebelumnya – adalah pembahasan program kerja PWI Sulsel. Uraian yang satu ini menggambarkan sisi lain di sekitar raker yang mengesankan suasana segar, tenang dan damai. Sangat mungkin khalayak belum semua mengetahui bahwa, Gedung PWI Sulsel yang terletak di jantung Kota Metro Makassar kondisinya cukup baguslah. Namun, bukan bangunan mewah bak hotel berbintang.

Sisi Lain Raker PWI Sulsel (1) Ada Teh Jurnalis Galau

Gedung yang menghadap tol layang (ikon baru Makassar), di sisi kanannya terlihat stand kuliner berupa Warkop PWI berdampingan dengan Warung Bebek Goreng Sulawesi (Begos). Kedua stand kuliner tersebut telah menjadi lokasi alternatif bagi pengunjung yang kepingin ‘ngopi’ dengan racikan khas Warkop PWI, ataukah mau bersantap siang dengan masakan bebek spesialis. Juga dilengkapi Masjid Wartawan PWI Sulsel.

Warkop PWI misalnya, tak hanya menawarkan kopi dengan citarasa yang khas, tapi nama varian kopinya juga terbilang unik, bernuansa jurnalis dan satu-satunya di Makassar. Sedangkan harga menu yang ditawarkan relatif terjangkau, tidak mencekik seperti warkop dan warung – warung mewah yang banyak dijumpai di kota ini. Harganya, Anda cukup merogoh saku Rp 10.000, Rp 12.000, Rp 15.000 dan paling tinggi Rp 25.000 dan atau Rp 30.000 untuk segelas kopi.

Baca Juga :  Raker PWI Sidek, Sambil Boyong IKWI Berwisata di Lejja Soppeng

Sedikitnya, ada 7 jenis minuman kopi, 5 jenis teh dan 5 jenis susu disertai cemilan – cemilan. Ada varian kopi wartawan magang, kopi wartawan muda, kopi wartawan utama, es kopi siaran langsung dan yang lainnya. Sedangkan jenis teh dan susu, ada teh jurnalis bucin (budak cinta), teh jurnalis galau, teh jurnalis kasmaran, milk shake photografer, milk shake penyiar, editor, redaktur, pimpred dan sebagainya. Khusus begos, harganya di atas Rp 30.000-an lebih per porsi. “Yaaa…. lumayan baguslah, cuman cemilannya perlu lebih banyak dan variatif,” ujar Hamzah, seorang penghunjung.

Baca Juga :  5 Peserta Diklat Jurnalistik PWI Sulsel 2020 asal Sidrap Lulus Semua

Peserta raker, termasuk pengurus PWI kabupaten/kota se-Sulsel, di saat break, bisa eksis di warkop menikmati sajian kuliner tersebut. Adalah Ketua PWI Prov Sulsel, Agussalim Alwi Hamu didampingi pengurus dan saban hari sebelumnya, terlihat ngopi sambil berbincang – bincang guna memantapkan persiapan raker

Dalam suasana persiapan ketika itu di Warkop PWI, ada Faisal Palapa (Sekretaris PWI Sulsel), H Manaf Rahman (Waket Bid Organisasi) H.Suwardi Thahir (Waket Bid Pendidikan), Faisal Syam (Wanhat), Ibrahim Mannisi (Kasi Pendidikan), Marno Pawessai (Kasi Organisasi) Selain itu terlihat juga Arsyad Hakim (Waket Bid Kerjasama) yang juga pemred Harian Fajar dan yang lainnya. (ABDUL/MNC/bersambung).

Sisi Lain Raker PWI Sulsel (1) Ada Teh Jurnalis Galau

Dari kanan pecandu kopi Ibrahim Manisi, Asesor UKW PWI-DP, H Suwardi Thahir, Penulis Abdul Muin LO dan Pemum MERPOS Marno Pawessai (FOTO : NURMAS/MNC)

 

Comment