Tak Ada Jembatan, PengantinAi?? Digendong Nyeberang Sungai

Bagikan :

PINRANG, MNC. – Sepasang pengantin pria dan wanita terpaksa harus digendong dan atau digotong untuk menyeberangi sungai yang membatasi provinsi Sulsel dan Sulbar.

Seperti pemandangan pada gambar di atas. Mempelai prianya berasal dari
Desa Amola, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Sedangkan pengantin wanitanya berasal dari Desa Benteng Paremba,Ai?? Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawsi Selatan.

Baca Juga :  KM Lestari Maju Karam di Selayar, Ini Nama-nama Korbannya . . .

Mengapa harus menyeberang sungai?
Apakah tidak bisa naik mobil? Sebetulnya, ada mobil. Tapi kalau naik mobil harus muter puluhan bahkan mungkin ratusan kilo meter yang harus ditempuh berjam-jam. Tapi jika menyeberang sungai, cukup ditempuh dengan jalan kaki beberapa menit saja.

Itulah pertimbangannya mengapa setiap pengantin asal Desa Amola, Polman dan Desa Benteng Paremba, Pinrang harus digendong, baik saat berangkat ke pengantin wanita ataupun pada saat mapparola. Begitulah sebaliknya, kondisi seperti ini berlangsung sejak zaman dahulu kala hingga sekarang.(Aswar Azhar/Ika)

Baca Juga :  Polres Pinrang Amankan Remaja Pesta Hisap Lem Fox
Tak Ada Jembatan, PengantinAi?? Digendong Nyeberang Sungai
,
Tak Ada Jembatan, PengantinAi?? Digendong Nyeberang Sungai
,

Tak Ada Jembatan, PengantinAi?? Digendong Nyeberang Sungai
Pengantin perempuan ini adalah Desa Benteng Paremba, Kec. Lembang, Pinrang Sulsel harus digotong dan suaminya digendong saat Mapparola ke rumah pengantin pria di Desa Amola, Kec. Binuang, Polman, Sulbar. (Ft:ist)

Comment