Tidak Cukup Lama Waktu Polisi Amankan Pelaku Pemarangan Brigpol Suardi

Spread the love
PINRANG, MNC — Polisi butuh waktu lima hari untuk mencokok penebas anggota Polres Pinrang, Brigpol Suardi.
 Pengejaran ini melibatkan Polda Sulsel hingga ke Provinsi Sulawesi Tengah.
Suardi ditebas pada 27 Nopember 2018, sekitar pukul 11.00 Wita di Kampung Awang-awang, Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.
Dalam operasi pencarian pelaku, Kasat Narkoba Polres Pinrang, AKP Bery Jiara Putra dipercayakan sebagai ketua tim gabungan.
Penyelidikan pun dimulai sesaat kejadian.
Identitas pelaku akhirnya diketahui. Pelaku bernama Lasse (41), warga Kampung Dea, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.
Sayangnya, pelaku sudah berada di luar Sulsel.
Penanggalan 1 Desember 2018 pukul 05.30 Wita, tim gabungan bergerak ke bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Koordinasi dengan anggota Polda Sulteng dilakukan.
Pukul 12.30 Wita, tim bergerak menuju ke Desa Tinigi,  Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli.
Perjalanan darat dengan jarak tempuh 450 km.
Tim baru tiba di tempat tujuan pada 2 Desember 2018 pukul 00.30 Wita.
“Perjalanan ke tempat tujuan ditempuh 12 jam lewat darat,” ucap Kasat Narkoba Polres Pinrang, AKP Bery Jiara Putra, Kamis (6/12/2018).
Pukul 04.00 Wita, tim gabungan langsung menggerebek salah satu rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.
Perjalanan panjang tersebut tak membuahkan apa-apa. Lasse tidak ditemukan di rumah tersebut.
Tak ingin pulang dengan tangan hampa, tim menginterogasi keluarga Lasse yang ditemukan di rumah itu.
Dari hasil interogasi, Lasse sedang berada di sebuah rumah dan sedang bermain judi.
“Kita dapat informasi dari anaknya bahwa bapaknya sementara berada di rumah lain,” ujarnya.
Sekira pukul 06.00 Wita, tim melakukan penggerebekan rumah tersebut.
Dan benar, Lasse berada dalam rumah. Polisi langsung menyergap.
Namun, Lasse justru melakukan perlawanan dan berupaya untuk melarikan diri.
“Tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali tidak diindakan.
Akhirnya dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan mengarahkan tembakan terarah ke kaki pelaku,” katanya.
Pasca dilumpuhkan dengan timah panas, Lasse selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Mokopido Toli Toli untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepada polisi, Lasse mengakui penganiayaan lebih dari satu kali bersama-sama dengan pelaku lainnya yaitu Lakendeng dan Lacolleng.
“Pelaku mengakui aksinya telah menganiaya korban.
Aksi penganiayaan dilakukan bersama rekannya,” demikian Bery Jiara Putra.
(Aswar Ashar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *