SIDRAP, MERPOS – Kinerja ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang terus menunjukkan tren impresif sepanjang satu tahun pertama kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, sejak dilantik Januari 2025 hingga Februari 2026.
Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mencatatkan prestasi gemilang di sektor ekonomi. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Bumi Nene Mallomo ini berhasil menduduki peringkat ke-16 dari 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Capaian ini mengukuhkan Sidrap sebagai salah satu lumbung ekonomi yang paling progresif di tanah air.
Di level yang lebih spesifik, yakni Kawasan Indonesia Timur (Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara), Sidrap menempati posisi ke-10 dari total 176 Kabupaten/Kota. Sementara untuk regional Pulau Sulawesi, Sidrap kokoh di urutan ke-5 dari 81 Kabupaten/Kota dengan angka pertumbuhan mencapai 7,71%.
Berikut adalah daftar lima besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sulawesi:
1. Morowali Utara: 19,97%
2. Morowali: 10,81%
3. Konawe: 10,48%
4. Pasangkayu: 10,32%
5. Sidrap: 7,71%
Meskipun berada di bawah daerah-daerah berbasis industri pertambangan (nikel) seperti Morowali dan Konawe, posisi Sidrap sangat istimewa. Hal ini dikarenakan struktur ekonomi Sidrap yang didominasi oleh sektor pertanian dan jasa, namun mampu bersaing ketat dengan daerah penghasil tambang dalam hal laju pertumbuhan.
Pencapaian peringkat ke-16 nasional ini menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan dan iklim investasi di Sidrap berjalan pada jalur yang tepat (on the right track). Pertumbuhan sebesar 7,71% ini diharapkan tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi juga berkorelasi langsung dengan peningkatan daya beli masyarakat dan penurunan angka pengangguran di daerah.
Pemerintah Kabupaten Sidrap optimistis bahwa dengan menjaga stabilitas sektor agraria dan terus mendorong hilirisasi produk lokal, posisi Sidrap dalam peta ekonomi nasional akan terus merangkak naik di tahun-tahun mendatang. IRJAS/DP








