Arman Sewang : Prosesnya Sementara di DPRD, Pemprov Sulsel Segel Paksa Aset PWI Sulsel

Bagikan :

MAKASSAR, MNC — Penertiban aset Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan oleh Pemprov Sulsel terkesan dipaksakan. Satpol PP Pemprov Sulsel tidak mengantongi pencabutan Hak Pemanfaatan Lahan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur.

Hal ini membuat perdebatan antara Tim Hukum PWI Sulsel, dan Tim Gabungan Pemprov Sulsel di lokasi pelataran parkir di Jalan AP Pettarani.

Ketua Tim Hukum PWI Sulsel, Arman Sewang, mendesak Pemprov Sulsel memperlihatkan bukti pencabutan hak pemanfaatan dan penggunaan lahan. Dia juga meminta Satpol PP menunjukkan dasar hukum melakukan penertiban aset PWI Sulsel.

“Kita bersama-sama sudah sepakat menyerahkan penyelesaian masalah pengelolaan aset ini dengan mediasi DPRD Sulsel. Tadi malam kami berkomunikasi dengan Ketua DPRD Sulsel, Ibu Ina Kartika Sari. Ketua DRPD mengatakan prosesnya sementara berjalan. Jadi kita tunggu pertemuan berikutnya, tapi ini belum ada,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 25 Mei 2022.

Baca Juga :  Panpel Konferensi VII PWI Parepare-Barru, Temui Kajari Parepare

Tim Hukum PWI Sulsel menganggap eksekusi yang dilakukan sebelum adanya keputusan dari DPRD Sulsel, maka Pemprov Sulsel dianggap melanggar hukum.

“Masa tidak ada pemberitahuan, langsung melakukan pembongkaran,” pungkasnya.

Namun, pihak Satpol PP Pemprov Sulsel hanya bisa menunjukkan Surat tugas, bukan surat perintah pembongkaran.

“Kami sudah melayangkan surat peringatan beberapa kali, sehingga kami berhak melakukan penertiban terhadap aset milik Pemprov,” tegas Kasatpol PP Sulsel, Mujiono

Arman Sewang : Prosesnya Sementara di DPRD, Pemprov Sulsel Segel Paksa Aset PWI Sulsel

Namun, Kuasa Hukum PWI Sulsel, Arman Sewang menegaskan, SK yang ditunjukkan tidak bisa menjadi landasan penertiban.

Baca Juga :  Sekretariat SMSI Kota Parepare, Berkantor Dijantung Kota Cinta

Diketahui, Pemprov Sulsel melakukan penyegelan, karena gedung yang menjadi aset PWI Sulsel berdiri di atas lahan Pemprov Sulsel. Lahan tersebut merupakan hasil ruilslag atau tukar guling Balai Wartawan.

Kepala Satpol PP Sulsel, Mujiono mengaku melakukan penertiban atas perintah Gubernur Sulsel. Pemprov mengaku menyayangkan karena pemanfaatan aset digunakan untuk komersialisasi dengan membuka warung kopi.

Sementara menurut pihak PWI Sulsel, aktivitas di gedung PWI Sulsel bukan warung kopi melainkan Press Club, sesuai SK pemanfaatan lahan. Press Club tersebut digunakan untuk beragam kegiatan wartawan.

Pemprov Sulsel melakukan penyegelan pada Press Club PWI Sulsel, dengan memasang kawat berduri.

Kepala Satpol PP Pemprov Sulsel, Mujiono berdalih hanya melakukan penertiban, tidak ada eksekusi.

Baca Juga :  Seputar tewasnya Demas Laira. Wartawan dan LSM Mamasa Unjuk Rasa. Ketua DPRD : "Jangan Gentar Mengungkap Kebenaran"

“Kami sudah melakukan SOP (Standar Operasional Prosedur). Kami sudah berikan tiga teguran, berdasarkan PP Nomor 10 Tahun 2016 tidak ada pinjam pakai kepada pihak swasta,” ujar Kasatpol PP Sulsel, Mujiono.

Menurut aturan yang baru, kata dia, pinjam pakai hanya bisa dilakukan pemerintah dengan pemerintah.

“Hanya saja dari pihak PWI masih ngotot untuk bertahan. Namun secara legal standing kita punya. Jadi SK pencabutan izin itu tidak perlu, karena dengan sendirinya sudah gugur,” terangnya. “Kita hanya menjalankan perintah Undang-Undang,” tuturnya. (RILIS PWI SULSEL)

Arman Sewang : Prosesnya Sementara di DPRD, Pemprov Sulsel Segel Paksa Aset PWI Sulsel

Satpol PP Pemprov Sulsel saat bongkar gembok PWI di Jalan AP Pettarani Makassar.

Comment