Asnawin : Jangan Hanya Sebar Berita di Media Massa, Sebarkan Juga di Media Sosial

Bagikan :

TAKALAR, MNC – Media massa kini bersaing dengan media sosial seperti Facebook (FB), WhatsApp (WA), Instagram (IG), Twitter, dan lain-lain. Dalam perkembangannya, banyak orang yang tidak membaca berita di media massa, tetapi mereka mengikuti berbagai perkembangan melalui media sosial.

“Karena itulah, saya sarankan jangan hanya menyebar berita di media massa, sebarkanlah juga di media sosial seperti WA, Facebook, dan Instagram,” kata wartawan senior, Asnawin Aminuddin, saat menjadi pemateri pada hari kedua Pelatihan Jurnalistik Bagi Aparat Desa se – Kabupaten Takalar, di Hotel Empress, Jl Botolempangan, Makassar, Sabtu, 16 Juli 2022.

Pelatihan Jurnalistik bagi Aparat Desa yang diadakan oleh PWI Kabupaten Takalar bersama Dinas Kominfo dan Dinas Sosial PMD Kabupaten Takalar, diikuti puluhan aparat desa se-Kabupaten Takalar dan dilangsungkan selama tiga hari.

Dewasa ini, kata Asnawin, banyak pelajar dan mahasiswa yang lebih senang bermain medsos (media sosial), khususnya Instagram, dibanding media sosial lainnya, dan karena itulah ia menyarankan kepada para aparat desa yang mengikuti pelatihan, agar membuat akun Instagram resmi desa masing-masing.

Baca Juga :  Kadiskominfo HM Iskandar Nusu : SMSI Kota Parepare Bergerak Cepat dan Aktif

Asnawin kemudian bertanya kepada puluhan peserta pelatihan yang terdiri atas aparat desa utusan puluhan desa se – Kecamatan Galesong, Kecamatan Galesong Utara, dan Kecamatan Galesong Selatan, apakah mereka semua memiliki akun Instagram, dan semuanya menjawab.

Namun ketika ditanya apakah akun Instagram itu atas nama pribadi atau atas nama desa, para peserta umumnya menjawab bahwa akun Instagram mereka adalah akun Instagram atas nama pribadi.

Asnawin : Jangan Hanya Sebar Berita di Media Massa, Sebarkan Juga di Media SosialAsnawin sedang memaparkan materi jurnalistik

“Mulai sekarang bikin akun Instagram atas nama desa masing – masing, dan sebarkan berita dan informasi – informasi dari desa masing-masing melalui Instagram, dan juga buatlah rilis berita kegiatan atau aktivitas desa untuk dikirim ke teman-teman wartawan. Sehingga berita-berita desa kita menyebar ke semua segmen, baik pemerintah dan masyarakat umum yang selama ini memang senang membaca berita-berita melalui media msssa, maupun kelompok masyarakat tertentu yang lebih senang bermain medsos dari media massa,” tutur Asnawin.

Baca Juga :  Plt Gubernur Buka Raker PWI Sulsel

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Takalar, dalam sambutannya pada acara penutupan, Ahad, 17 Juli 2022, mengatakan, selama tiga hari, para aparat desa telah mendapatkan tambahan ilmu dan juga pengetahuan seputar jurnalistik, tentang tata cara penulisan berita, tentang fotografi jurnalistik.

Juga tentang Peran Pemerintah Daerah dan PWI dalam Membangun Sinergitas dengan Pemerintah Desa di Kabupaten Takalar, Peran Polri dalam Menyikapi Berbagai Pemberitaan Media, Eksistensi Media sebagai Arus Informasi kepada Masyarakat dan Sosial Kontrol, Peran Media sebagai Pilar Informasi dalam rangka Pengawasan Pembanguna Desa, serta Peran Kejaksaan dalam Rangka Edukasi Kesadaran Hukum kepada Pemerintah Desa.

Baca Juga :  Estimasi, 70 Wartawan akan Ikut Diklat Jurnalistik PWI di Parepare

“Setelah mengikuti pelatihan jurnalistik ini, tentu teman-teman sudah lebih mahir menulis berita, sudah lebih tahu tata cara penulisan berita dan pengambilan gambar untuk dipublikasikan melalui media massa dan media sosial, dalam memberitakan berbagai kegiatan dan program kerja pemerintahan desa masing-masing,” kata Hasdar.

Publikasi dan pemberitaan berbagai aktivitas dan kegiatan desa, katanya, bukan hanya dibaca oleh warga desa setempat dan pemerintah setempat, melainkan juga akan dibaca oleh orang-orang Takalar yang tersebar di berbagai pelosok Tanah Air, bahkan yang ada di luar negeri pun pasti akan senang membacanya.

“Dapat dibayangkan betapa gembiranya orang-orang Galesong yang sudah lama tidak pulang kampung atau yang menetap di berbagai provinsi, membaca berita-berita perkembangan daerah asal usulnya, melihat gambar daerah kelahirannya, kata Hasdar. (**)

Comment