Bank Sulselbar Rapat Koordinasi Pemkab Pinrang

Spread the love

PINRANG, MNC. – Pemkab Pinrang bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) gelar pertemuan koordinasi dengan Tim IT Bank Sulselbar dalam rangka penerapan aplikasi Transaksi Non Tunai (TNT).

Hal ini dijelaskan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, H. Islamuddin mewakili Bupati Pinrang pada pertemuan yang berlangsung
di ruang rapat Bupati Pinrang, Jumat (26/4).

Dikatakan, Undang undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah telah berlaku di seluruh daerah di Indonesia. Undang undang ini, katanya, mengamanatkan pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang undangan, efisiensi, ekonomis dan efektif. Selain itu, juga harus transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat.

Sebagai pelaksanaan Instruksi Presiden Tahun 2016 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan Korupsi, tambah Islamuddin,Ai?? maka dilakukan percepatan implementasi transaksi non tunai pada pemerintah daerah.

Menurut Islamuddin, aplikasi TNT di Pinrang sudah dilaksanakan sebagian OPD. Namun untuk secara keseluruhan baru akan segera dilakukan.

“Pertemuan bersifat kordinasi kepada semua Organisasi Perangkat daerah dinilai penting untuk mengetahui secara detail aplikasi TNT yang akan disampaikan tim IT Bank Sulselbar”, ujarnya.

Pemimpin Bank Sulselbar Cabang Pinrang H. Muh Nawir menyatakan, siap membantu pemerintah Kabupaten Pinrang.Ai?? Dijelaskan,Transaksi Non Tunai merupakan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain dengan menggunakan instrumen berupa Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), cek, bilyet giro, uang elektronik dan sejenisnya.(herman chandra/humas pinrang).

Pertemuan Koordinasi OPD Pemkab Pinrang dengan Tim IT Bank Sulselbar
berlangsung di ruang rapat Bupati Pinrang, Jumat lalu. (Herman Chandara).

Satu tanggapan untuk “Bank Sulselbar Rapat Koordinasi Pemkab Pinrang

  • 29 April 2018 pada 1:10 pm
    Permalink

    Perwjahan ok, tpi muatanx blmmncerminkan media online. Alasanx: 1.beritax tdk up date,cntohx berita diatas yg peristiwax 26/4 kok baru ditayangkan 28/4. Koran harianaja muat peristiwa 2 hri laluda dianggap basi. Wartawan online dituntut memiliki kecepatan n ketpatan memberitakan kejadian at pristiwa yg diliput. Minimal usai peristiwa berita uda tayang, malhan prstiea msh brlngsung uda tayang sbahagian prstiwa tsb. 2.Penyajian beritax trlalu pnjang mirip model tulisan koran. Tulisan berita online, ringkas tpi padat. Jdi portal merposnews.com sptix trburu2didirikan smntara mungkin blm bnyk kru mmliki sdm di bidang pengetahun media onliè.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *