Debut Perdana PSM Masih Tumpul, Lawan Arema FC Imbang (1 – 1)

Bagikan :

BOGOR, MNC – Laga perdana PSM vs Arema FC belum memuaskan. Hanya memetik 1 poin setelah seri 1 – 1 melawan Arema FC. Yang melegakan kubu PSM sebab berdasarkan statistik pertadingan, PSM mengungguli Arema, kecuali akurasi tendangan penjuru, Arema lebih unggul dari PSM. Pertandingan pertama PSM Vs Arema FC tersebut berlangsung di di Stadion Pakansari Bogor, Minggu, (5/9/2021).

Kedua tim terlihat belum tampil dengan performa terbaiknya, bahkan masih ada pemain terkesan grogi, namun rata-rata penuh semangat bermain. Mereka telah merasakan jedah panjang lantaran penundaan gelaran liga oleh pemerintah karena pandemi covid – 19. Begitu kick off, pertadingan langsung seru sehingga pada menit ke-4 pemain Arema yang mengganjal keras pemain PSM, diganjar kartu merah oleh wasit. Bermain 10 pemain, Arema FC tetap tampil maksimal.

Striker PSM, Anco Jansen, yang disebut-sebut sebagai pemain asing termahal di Liga 1 2021 ini, dribling-nya mirip gaya Wijan Pluim (kapten PSM) yang menjadi tandemnya. Anco Jansen, tetap memperlihatkan kelasnya, dengan berputar-putar dalam berbagai posisi, bahkan hingga ke pinggir lapangan. Terkadang pemain Arema sulit menebak. Sebenarnya, Anco Jansen yang sempat diberi gelar Daeng Ancu ini, sempat mendapatkan 2 peluang emas, namun barisan pertahanan Arema FC masih mampu tetap fokus mengawal pertahanannya.

Baca Juga :  Apresiasi Fantastis ala Greysia-Apriyani, Bonus Melimpah dan Jadi Milyarder

Ironisnya, meski bermain dengan 10 pemain, Arema FC justru lebih awal unggul. Ketika seorang pemain Arema dilanggar di kotak terlarang, wasit menunjuk titik putih. Hanif Sjahbandi yang dipercaya sebagai ekskutor berhasil membobol gawang PSM yang dikawal Hilman Syah. Skor 1 – 0 untuk Arema FC membuat Laskar Pinisi – julukan baru PSM yang merujuk ke perahu Pinisi buatan Sulsel yang khas dan monumental – tak mau kehilangan momen.

Tim kebanggaan masyarakat Sulsel PSM terpacu semangatnya dengan karakter melekatnya, pantang menyerah sebelum pluit panjang. Akhirnya, berkat kerjasama dan kerja keras para pemain, Ilham Udin Armaiyn, penyerang sayap PSM menundukkan kiper Arema, Adilson Maringa sehingga skor menjadi imbang 1 – 1. Bila ditelisik, Laskar Ayam Jantan dari Timur, julukan klasik PSM, lebih unggul dalam ⁶ bola ketimbang Singo Edan, sebutan Arema FC.

PSM Unggul Penguasaan Bola

Debut Perdana PSM Masih Tumpul, Lawan Arema FC Imbang (1 - 1)

Suasana memanas dan wasit memberikan kartu merah ke pemain Arema FC pada menit ke-4 laga (Foto: Dok PSM).

Bersumber statistik pertandingan dari ligaindonesiabaru.com, dipaparkan analisa versi MERPOSNews.com berikut ini. Kita lihat saja, keunggulannya, ballposition PSM = 69 persen, Arema FC = 31 persen. Seterusnya, jumlah tembakan bola, PSM = 17 dan 6 mengarah ke gawang, sedangkan Arema FC hanya 11 tembakan dan 4 mengarah ke gawang. Demikian juga aliran bola tercatat, umpan sukses PSM = 362, Arema FC hanya 160. Lantas tekel sukses PSM = 19 kali, dan tekel sukses Arema FC hanya 13 kali. Termasuk offside pemain PSM = tidak ada (0) dan offside pemain Arema FC = 1.

Baca Juga :  Hari ini PS Nene Mallomo Sidrap Bertanding di Palopo. Ini Pernyataan Manajer H Landadi...

Selanjutnya, yang diungguli Arema FC, jumlah pelanggaran hanya 14 kali, akan tetapi mendapatkan 2 kartu kuning dan 1 kartu merah. Sedangkan PSM membuat 18 kali pelanggaran, tapi hanya berbuah 2 kartu kuning. Menghargai keputusan wasit, secara normatif, kualitas pelanggaran PSM lebih rendah karena pemainnya hanya mendapatkan 2 kartu kuning.

Lantas, Arema FC, meski kuantitas pelanggaranya rendah tapi kualitas pelanggarannya lebih tinggi karena pemainnya mendapatkan 2 kartu kuning dan 1 kartu merah. Khusus tendangan penjuru (sudut), baik jumlah (kuantitasnya) maupun akurasinya (kualitasnya), Arema FC mengungguli PSM. Jelasnya, tendangan penjuru Arema FC = 6 kali dan akurasinya = 44,44 persen, sedangkan PSM tendangan penjurunya hanya 5 kali dan akurasinya hanya 38,46 persen.

Bila dianalisa secara makro, berdasarkan statistik pertandingan tersebut dapat digambarkan bahwa performa PSM dalam debut awal ini relatif lebih baik dibandingkan Arema FC. Indikatornya, PSM, mantan juara Liga dan juga Piala Presiden ini lebih menguasai bola, tembakannya lebih banyak dan termasuk yang mengarah ke gawang sehingga relatif mendikte pertandingan.

Baca Juga :  Ketua Perbasi Pinrang Harapkan Atlet-Atlet Memberikan Yang Terbaik di PraporProv Sulsel

Namun demikian, Arema FC, yang juga sama pernah juara Liga Indonesia dan Piala Pesiden ini, tetap bermain cukup bagus. Bahkan, meski bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 85 menit, anak asuhan Eduardo Almeida tak mau menyerah begitu saja. Pemain PSM tak diberi ruang yang cukup sehingga hanya mencetak 1 gol penyeimbang. Dengan skor 1 – 1 hingga akhir pertandingan, kedua tim yang diprediksi bakal bertengger di papan atas Liga 1 2021 ini, hanya berbagai poin masing-masing 1.

Pelatih PSM Milomir Seslija mengakui, mengingruksikan Anco Jansen melebar untuk menarik keluar pemaim Arema, tapi strategi itu belum berhasil. “Kita memang ingin merusak kerapatan pertahanan mereka (maksudnya Arema), tapi banyak kesalahan terjadi. Peluang tetap kita dapat, tapi belum bisa menciptakan gol,” ujar Milo, sapaan juru taktik PSM tersebut. (ABDUL)

Debut Perdana PSM Masih Tumpul, Lawan Arema FC Imbang (1 - 1)

Aksi Anco Jansen ketika bermain (Foto: Dok PSM).

 

Comment