SIDRAP, MERPOS — Diseminasi Hasil Penelitian bertajuk “Efisiensi Pelayanan Publik melalui Adopsi E-Government: Transformasi Digital di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan” digelar dalam rangka Program Bantuan Penelitian Fundamental RisetMu yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas riset dosen sekaligus mendorong pemanfaatan hasil penelitian yang berdampak langsung pada penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Ketua Peneliti, Sandi Lubis, S.IP., M.A.P., bersama Anggota Peneliti Hardianti, S.A.P., M.A.P., memaparkan hasil penelitian kepada peserta yang terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mahasiswa yang tergabung dalam tim penelitian, serta masyarakat umum. Forum ini menjadi wadah dialog antara kajian akademik dan kebutuhan praktis pemerintah daerah.
Sandi menjelaskan, penelitian tersebut melibatkan 300 responden dari tiga kota di Sulawesi Selatan, yakni Makassar, Parepare, dan Palopo. Analisis data menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan empat variabel utama, yaitu kualitas e-government, kesiapan organisasi, penggunaan e-government, dan efisiensi pelayanan publik.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas e-government dan kesiapan organisasi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Sementara itu, penggunaan e-government berperan sebagai penghubung yang memperkuat pengaruh kedua variabel tersebut,” ujar Sandi dalam paparannya, Rabu (28/Januari/2026).
Ia menegaskan, transformasi digital di sektor publik tidak cukup hanya dengan membangun aplikasi atau sistem layanan.
“Transformasi digital tidak berhenti pada penyediaan teknologi. Yang jauh lebih penting adalah kesiapan organisasi, kapasitas sumber daya manusia, serta kemauan pengguna untuk memanfaatkan sistem secara optimal. Jika teknologi yang baik dipadukan dengan organisasi yang siap, maka efisiensi pelayanan publik dapat tercapai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sandi menyebut keberhasilan e-government sangat ditentukan oleh sinergi antara teknologi, kelembagaan, dan perilaku pengguna.
“Keberhasilan e-government bukan semata persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut aspek organisasi dan pengguna. Sinergi ketiganya menjadi kunci modernisasi pelayanan publik di pemerintah daerah,” tambahnya.
Diseminasi hasil penelitian berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari tantangan implementasi e-government di daerah, penguatan kompetensi aparatur, hingga pentingnya membangun budaya kerja digital yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan transformasi digital yang lebih efektif serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya e-government dalam pelayanan publik.
Di akhir kegiatan, Sandi Lubis menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang serta Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah atas dukungan pendanaan melalui skema Bantuan Penelitian Fundamental RisetMu. IRJAS/DP








