Hari Pertama Puasa, Wabup Sidrap Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar

Bagikan :

SIDRAP, MNC — Selasa (13/4/2021) bertepatan 1 Ramadan 1442 Hijriah, Wakil Bupati Sidrap, H. Mahmud Yusuf memantau harga bahan pokok di Pasar Rappang, Kecamatan Panca Rijang.

Mahmud Yusuf tidak sendiri, pemantauan melibatkan unsur forkopimda dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sidrap. Terlihat di kesempatan itu, Sekretaris PN Sidrap, Kamil, dan Kasdim 1420, Mayor Inf Sudirman.

Tampak pula Asisten Ekbang, Andi Faisal Ranggong, Kadisdagrin, Ahmad Dollah, Kadiskop UKM Nakertrans, Andi Safari Renata, Kadisnakkan, Samuel, Kasatpol PP Damkar, Usman Demma, dan perwakilan BPS Sidrap, Abdullah.

Baca Juga :  Gugus Tugas Penanganan Corona Lakukan Screening Terhadap Jemaah Ijtima Dunia asal Sidrap

Mahmud Yusuf mengatakan, pemantauan dilakukan untuk melihat langsung harga kebutuhan pokok dan barang penting lainnya di awal Ramadan ini.

“Kita juga melihat ketersediaan stok barang. Langkah ini mengantisipasi terjadinya lonjakan harga maupun kelangkaan stok,” ujarnya.

Sementara Kadis Perdagangan dan Perindustrian Sidrap, Ahmad Dollah memaparkan, dari hasil pemantauan, secara umum harga kebutuhan pokok relatif stabil.

Ahmad menambahkan, beberapa komoditi memang sedikit mengalami kenaikan. “Seperti cabe rawit, ayam potong dan ikan, tapi sifatnya situasional dan kenaikannya tidak terlalu tinggi. Adapun ketersedian stok cukup,” paparnya.

Baca Juga :  Kado Istimewa Hari Jadi Sidrap ke-677, Pemkab Terima Dua Penghargaan dari BPKP

Untuk cabe rawit, lanjutnya, sebelumnya mengalami kenaikan yang cukup tinggi, namun menjelang Ramadan sudah turun kembali.

“Kenaikan kemarin diakibatkan karena permintaan di beberapa daerah luar Sulawesi cukup tinggi. Sehingga mempengaruhi harga di pasar-pasar di Sidrap,” ulasnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Dollah menyempatkan untuk memeriksa alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) milik pedagang.

“Ini untuk memastikan memastikan UTTP yang digunakan pedagang sudah ditera, atau cap tanda teranta masih berlaku,” tutupnya. DP

Comment