Ini Presidium MD KAHMI Sidrap yang Terpilih untuk 2020-2025

Bagikan :

SIDRAP, MNC –– Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kabupaten Sidrap, menuntaskan Musyawarah Daerah (Musda) III. Acara berlangsung di Lantai III Kantor Bupati Sidrap, Sabtu (28/11/2020).

Hadir dalam acara, Presidium PW KAHMI Sulsel Tobo Haeruddin, jajaran presidium MD KAHMI Sidrap, para pengurus KAHMI dan alumni HMI.

Dalam sambutannya, Tobo memuji tema musda yang diangkat, yakni ‘Optimalisasi Peran Intelektual Muslim dalam Mewujudkan Masyarakat Sidrap yang Religius, Adil dan Makmur’.

Baca Juga :  Pekan Budaya Sidrap, Ajang Transformasi Nilai-nilai Kearifan Lokal

“KAHMI hendaknya punya peran signifikan dalam kemajuan daerah, dan itu sudah nampak di Kabupaten Sidrap, di mana KAHMI memegang pelbagai posisi strategis untuk berbuat,” kata Tobo.

Pada kesempatan itu, Kabag Hukum Pemkab Sidrap Andi Kaimal memberikan sambutan mewakili Bupati Sidrap yang juga Ketua Presidium MD KAHMI Sidrap Ir. H. Dollah Mando.

Ia berharap komposisi presidium KAHMI yang baru bisa berperan mengakselerasi pembangunan Sidrap. Terlebih, untuk menggelorakan Sidrap sebagai kota pendidikan.

Baca Juga :  Rakor Virtual Persiapan STQH Tingkat Provinsi, Sidrap Sampaikan Kesiapan Jadi Tuan Rumah

“Semoga komposisi presidium yang baru banyak membuat program kerja yang selaras dengan program pemerintahan. Juga tetap memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Aminuddin Arsyad menyampaikan terima kasih pada jajaran panitia dan semua pihak yang terlibat, sehingga Musda itu berlangsung sukses.

Ia menjelaskan, Musda III ini digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu momentum Musda itu juga digunakan untuk membenahi data anggota KAHMI dan alumni HMI secara umum, untuk dibuatkan Kartu Tanda Anggota (KTA). ARYANDA

Baca Juga :  Bupati Sidrap Terima LPPM Unhas, Ini Tujuannya

Berikut ini Presidium Terpilih MD KAHMI Sidrap periode 2020-2025
1. Ir. H. Dollah Mando
2. Achmad Jafar
3. Zamrah Puspa Dewi
4. Aminuddin Arsyad
5. H. Fathuddin

Comment