Jalan Poros Sidrap-Soppeng Rusak Berat, Ketua Kadin: Ini Jadi Penghambat Perekonomian

Bagikan :

SIDRAP, MNC — Perbaikan infrastruktur jalan di poros Sidrap-Soppeng, wajib diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal tersebut, ditegaskan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Sidrap, Andi Muhammad Yusuf Ruby., S.E di Kota Pangkajene, Senin, 9 Januari 2023.

Menurut Puang Ucu — begitu ia akrab disapa, kerusakan jalan poros yang menghubungkan dua daerah bertetangga tersebut, sudah berlangsung cukup lama.

Baca Juga :  Undangan Sudah Beredar, Pelantikan Pimpinan Definitif DPRD Pinrang Tertunda

Menurutnya, jika itu dibiarkan terus-menerus. Maka dipastikan akan menghambat laju perekonomian warga, terutama masyarakat Sidrap.

“Pasti akan menghambat laju ekonomi. Apalagi kita tahu bersama, Sidrap ini adalah salah satu daerah penghasil beras dan pemasok telur terbesar di Sulsel, termasuk sektor perikanan Danau Sidenreng” ujar Andi Yusuf Ruby.

Disampaikan, infrastruktur jalan merupakan sarana-prasarana vital yang sangat menentukan arus distribusi logistik perekonomian rakyat.

Kerusakan jalan di Sidrap tersebut, tentunya akan sangat berdampak negatif pada kelancaran arus ekonomi antardaerah maupun hambatan distribusi dari sumber produksi ke pasar atau ke konsumen.

Baca Juga :  Momentum HKN, Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat. Pesan Dandim 1403 Swg Palopo

Oleh karena itu, penyediaan dan pembenahan infrastruktur jalan yang baik, patutnya menjadi prioritas utama pembangunan oleh pemerintah.

“Kebetulan jalan yang sudah lama rusak ini berstatus jalan provinsi, maka Pemprov Sulsel harus melakukan langkah komprehensif berupaya perbaikan dengan cepat,” kata Andi Muhammad Yusuf Ruby

Andi Muhammad Yusuf Ruby mengatakan, Pemprov Sulsel ke depan, juga perlu menyusun grand design atau master plan pembangunan infrastruktur jalan yang visioner, sehingga mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.

Baca Juga :  Bupati Ombas Pimpin Hari Pahlawan Nasional Pongtiku ke-20

“Bagi pengusaha seperti kami ini, apabila terdapat hambatan jalur distribusi, tentunya akan menambah beban ekonomi pebisnis dan kepada masyarakat atau memicu high cost economy. Itu pasti,” kata mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Makassar itu. DP

Comment