Kelurahan Lompoe Berbenah agar Tak Kumuh Lagi

Bagikan :

PAREPARE, MNC – Kelurahan Lompoe kini berbenah. Sejumlah infrasruktur sedang dibangun dan diperbaiki. Diharapkan setelah pembangunannya selesai, kawasan yang sebelumnya kumuh bakal menjadi tidak kumuh lagi. Bahkan akan tercipta kawasan yang tertata rapih, dan indah serta jalannya mulus sehingga transportasi lancar. Dengan demikian pergerakan dan komunikasi masyarakat berjalan dengan baik.

Di kawasan tersebut, dilaksanakan proyek Kota tanpa Kumuh (Kotaku) dan dialokasikan bantuan pemerintah yang disertai swadaya masyarakat. Nama proyeknya, pekerjaan jalan beton, drainase dan kontainer. Di lokasi proyek terlihat 2 (dua) papan proyek. Sepertinya, proyek Kotaku itu dipecah menjadi dua dan dilaksanakan oleh 2 (dua) KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). Pertama, di papan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencantumkan antara lain, nama LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) Lompoe Indah sebagai pengelola. Nama proyeknya, Pekerjaan Jalan Beton, Drainase dan Kontainer. Dengan lokasi proyek, RT 003 – RW 008 Kelurahan Lompoe Kecamatan Bacukiki.

Sedangkan anggarannya bersumber dari dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) sebesar Rp 478.071.000 dan Swadaya Masyarakat sebesar Rp 42.398.000. Total anggarannya sebesar Rp 518.398.000 atau mencapai setengah miliar lebih. Pelaksana proyeknya, KSM Sipakario dan kontribusi pengurangan kumuh aspeknya, ketidaktersediaan jalan dan drainase serta pengelolaan sampah. Waktu pelaksanaan 109 hari kalender, mulai 28 Juni 2021 s.d. 15 Oktober 2021. Dengan penerima manfaat 28 KK (Kepala Keluarga) yang meliputi 128 jiwa yang meliputi laki-laki 71 orang dan perempuan 57 orang.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian Pemkot Parepare, Data UMKM Terdampak Covid-19

Kedua, di papan proyek yang lain tertera jenis lokasi proyek yang sama serta waktu pelaksanaan. Yang berbeda anggarannya, pelaksana proyek dan kontribusi pengurangan kumuh aspeknya. Di papan proyek yang satu ini dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) sebesar Rp 518.929.000 dan swadaya masyarakat sebesar Rp 48.150.000. Totalnya, Rp 567.079.000 atau Rp 567 juta lebih. Pelaksana proyeknya, KSM Mappadeceng dan kontribusi pengurangan kumuh aspeknya, ketidaktersediaan jalan dan drainase.

Jangan hanya Mencari – cari Kesalahan

Kelurahan Lompoe Berbenah agar Tak Kumuh Lagi

Drainase Proyek Kotako Kelurahan Lompoe yang sedang dibangun (Foto : Andi Walinono Pangerang)

Warga setempat menyambut baik kehadiran proyek BPM ini untuk wilayah ini. Sebut saja, Radi, warga setempat, menyatakan kegembiraan dan rasa syukurnya atas kehadiran proyek tersebut. “Alhamdulillah, kami gembira dan bersyukur atas pembangunana di kelurahanku. Seandainya tidak ada program Kotaku, akan terjadi kekumuhan di lokasi ini,” ujar Radi kepada MERPOS di lokasi itu, Rabu, (11/8/2021). Dikatakan, kini kelihatan sudah indah, walaupun belum selesai 100 prosen. Jika selesai nanti, lanjutnya, ia merencanakan menanam bunga di pinggiran jalan, agar nampak lebih indah dilihat dari poros jalan besar, dan semoga berjalan lancar.

Baca Juga :  RSUD Andi Makkasau Memiliki Alat Apheresis. Taufan Pawe, Ajak Masyarakat Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Secara terpisah, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sipakario, Herman Laupe mengharapkan agar pembangunan berjalan dengan baik. “Hasilnya, rapih dan indah serta menjaga kualitas. “Kami bersama warga bergotong-royong untuk pembangunan itu, ” kata Pak Herman Laupe yang juga Ketua ORW VIII Kelurahan Lompoe itu.

Lain lagi Sahran, koordinator lapangan (korlap) KSM Sipakario yang berdomisili di wilayah tersebut berharap, kepada mitra kiranya membantu memperbaiki. Agar kampungnya tidak kelihatan kumuh lagi. Sahran yang juga Guru SMAN 1 Kota Parepare itu, butuh masukan yang positif untuk memajukan wilyahnya itu. “Kami butuh saran dan masukan positif, jangan hanya mencari – cari kesalahan. Seperti halnya LSM selalu datang ke sini hingga saya tawari untuk jadi pengawas,” papar Sahran tak menyebut nama LSM yang dimaksud.

Baca Juga :  Aplikasi "Salamaki" RSU Andi Makkasau Parepare. Begini keunggulannya...

Sementara, Firman yang mengaku seorang aktivis di Kota Parepare juga berkomentar sekilas, Senin (16/8/2021). Firman menilai yang lebih tepat dipilih sebagai Ketua KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) sebaiknya aparat setempat. “Ketua KSM bagusnya Ketua RW-nya yang diambil (dipilih). Kita lihat di sini, Ketua RW VIII yang langsung memimpin warganya untuk kepentingan bersama,” hemat Firman. (AWANG/ABDUL/MNC)

Kelurahan Lompoe Berbenah agar Tak Kumuh Lagi

Warga bergotong-royong dipimpin KSM Sipakario, Herman Laupe (Foto : Andi Walinono Pangerang)

 

Comment