Kesan dari Uji Kompetensi Wartawan ke-23 di Parepare (2) : Kopi Pare dan Barongko Disukai Waket Dewan Pers

Bagikan :

PAREPARE, MNC – Kehadiran Wakil Ketua (Waket) Dewan Pers, Hendry Ch Bangun di Kota Parepare memberikan makna tersendiri. Tak sekedar mengemban misi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sebagai asesor (penguji). Di samping mengunjungi Monumen Cinta Sejati Habibie – Ainun, ia juga sempat mengunjungi sejumlah tempat wisata kuliner.

Sebenarnya, sosok yang bernama lengkap, Hendry Chaerudin Bangun merupakan tokoh sentral pada UKW Angkatan 23 ini. Meski demikian, ia juga sebagai manusia normal yang butuh istirahat, silaturahmi atau ber-interaksi sosial dan bahkan refresing. Kesempatan hampir 3 hari di Kota Pelabuhan Parepare – Pak Hendry yang disertai anggota tim penguji, unsur Pengurus PWI Prov Sulsel, Pengurus PWI Parepare dan Panitia UKW – menggunakan kesempatan mengunjungi wisata kuliner dan suasana alam Kota Parepare.

Pertama, Pak Hendry dan rombongan bersantap malam di Restoran (Resto) Teras Empang Sumpang Minangae, Jum’at malam, pekan lalu. Resto ini merupakan warung terlengkap di kota ini, mulai dari ikan bakar hingga minuman segar seperti es poteng, aneka juice dan varian menu lainnya tersedia di resto ini. Istimewanya, resto ini posisinya strategis, tepatnya berada persis di tepian muara Sungai Karajae, sungai terbesar di Parepare, tak jauh dari jalur wisata Makassar – Tana Toraja.

Praktis, ketika berada di resto ini, begitu pandangan diarahkan ke ufuk Barat, pengunjung bisa menyaksikan keindahan muara sungai serta pesisir pantai dan lautmya. Dan begitu berpaling ke arah matahari terbit nampak arus kendaraan di jalur wisata beserta Jembatan Sumpang dengan latar gunung – gunung yang natural. Pemandangan ini menggambarkan bahwa Kota Parepare – yang berjarak sekira 150-an kolometer ke arah Utara Makassar – adalah kota pelabuhan yang terletak di lereng gunung gunung dan pebukitan yang tak begitu tinggi.

Kesan khusus yang dirasakan Waket Dewan Pers dan rombongan, ketika ‘ngopi’ di Rumah Kopi Sweetness 588 di Jl Sultan Hasanuddin. Rumah Kopi yang berada di samping Rujab Kapolresta Parepare ini, menyajikan menu racikan khas kopi sweetness.

Dari sejumlah pengunjung kepada MERPOSnews.com mengungkapkan, racikan khas ala sweetness ini bahan bakunya berupa kopi rebusta pilihan dari petani kopi di Sulsel dan Sulbar. Kopi asli dan murni dihimpun langsung dari petani kopi, kemudian diolah secara teliti dan profesional. Olahannya menghasilkan kopi yang bercitarasa spesial dan memenuhi selera pecandu kopi.

Baca Juga :  Mengawali Pelantikan, Begini Dilakukan JOIN Wajo

Terbukti, kopi sweetness ini cukup terkenal di kota ini hingga ke tingkat nasional. Bahkan ketika wisatawan mancanegara berkunjung ke Parepare,

rumah kopi sweetness ini juga menjadi salah satu tujuan kunjungannya. Karena label ‘sweetness’ ini begitu akrab di kalangan penikmat kopi, sweetness dijadikan merek cafe atau resto di sejumlah daerah hingga ke daratan Pulau Jawa. Misalnya, ada Cafe dan Resto Sweetness di Nunukan Kaltara dan Sweetness Anju di Sidrap, dsb.

Adalah Waket Dewan Pers, Hendry Ch Bangun dan rombongan yang ikut menikmati kopi sweetness terlihat cukup puas dan ceria. Ada kesan pengunjung spesial itu merasakan nikmatnya kopi khas kota kelahiran BJ Habibie ini. Begitu meneguk segelas kopi panas, guru jurnalis itu spontan merasakan nikmatnya kopi sweetness. “Ini baru bagus kopinya, ” ujar Pak Hendry singkat. (Baca juga: Guru Jurnalis yang Suka ‘Ngopi’).

Hendry Ch Bangun yang juga mantan Wakil Pemred Harian Warta Kota ini – dengan terus dipandu Plt Ketua PWI Parepare-Barru, Andi Mulyadi dan Panitia UKW – bersama rombongan juga mengunjugi Cafe D’Carlos. Cafe yang terletak di Jl Bau Massepe kota ini, tak kalah dengan wisata kuliner lainnya. D’Carlos yang berada di jantung kota ini, mengusung ciri khas dengan sajian menu yang bernuansa tradisional. Di warung tersebut ada kue Bugis ‘barongko’ atau burongko (Bahasa Daerah). Bahannya, pisang ‘manurung'(sejenis pisang yang untuk pisang goreng) plus santan kelapa, telur dan gula pasir atau gula merah yang dicampur merata, kemudian dikemas dengan daun pisang muda lalu dikukus sampai matang.

Selain itu, ada juga sanggara balanda (pisang goreng Balanda).Jenis pisang goreng ini terbuat dari otti/loka panasa (sejenis pisang Ambon masak). Pisang goreng tersebut diolesi margarine/mentega kemudian ditaburi dengan butiran-butiran kacang goreng yang wangi. Meski bahannya sederhana, kedua jenis kue kampung ini dianggap sebagai kue berkelas di setiap pesta, atau hajatan di wilayah Sulsel. Ternyata Waket Dewan Pers dan Penguji UKW lainnya, juga menyukai kue tradisional tersebut. “Pak Hendry menyukai barongko dan sanggara balanda,” kilah Andi Mulyadi Ptl Ketua PWI Parepare ke MERPOSnews.com.

Baca Juga :  Ketua ISA Sidrap Dukung Agus Salim Alwi Hamu Ketua PWI Sulsel, Oppo

Sesaat sebelum meluncur ke Makassar, satu lagi lokasi kuliner sempat pula dikunjungi ‘petinggi pers’ itu. Jelasnya, Cafe dan Bebek Palekko Reza di Jl Jend. Sudirman. Masakan bebek palekko (semacam gulai bebek) juga dikenal sebagai makanan khas Sulsel yang digemari banyak orang. Warung Bebek Palekko dapat ditemukan di Kota Parepare, Sidrap, Pinrang bahkan di Makassar dan daerah lainnya di Sulsel.

Di Balik Sukses UKW Angkatan 23 Parepare

Kesan dari Uji Kompetensi Wartawan ke-23 di Parepare (2) : Kopi Pare dan Barongko Disukai Waket Dewan Pers

NGENGOPI.Waket Dewan Pers Hendry Ch Bangun bersama Tim Penguji dan Pengurus PWI Parepare-Sulsel, di rumah Kopi Sweetness 588 Kota Parepare.

Uji Kompetensi Wartawan di Kota Parepare yang kini dinakhodai Walikota HM Taufan Pawe, memang terbilang sukses. Lantas, siapa di balik sukses pelaksanaan UKW ke-23 di Kota Parepare? Dimulai dari Pemkot Parepare sebagai tuan rumah. Pemkot Parepare dirasakan sangat intens mendukung, dan mengapresiasi pelaksanaan UKW Angkatan 23 ini. Setelah Pinrang Angkatan 21 – 22 juga mengukir sukses.

Bila dirunut lagi, mulai dari atas, ada nama ibu Wina, Admin UKW dari PWI Pusat (mengkoordinasi administrasi UKW), berkolaborasi dengan Ibu Ira Admin UKW dari PWI Prov Sulsel. Ibu Ira yang bernama lengkap Siti Munasirah Wahid merupakan petugas Sekretariat PWI Sulsel, juga bekerjasama dengan Bendahara PWI Sulsel, Selly Lestary yang mengurusi pengelolaan keuangan UKW.

Perlu digarisbawahi bahwa konsistensi dan kinerja proaktif jajaran Pengurus PWI Sulsel, untuk menyukseskan pelaksanaan UKW ke-23 ini berkat motivasi bahkan semacam janji Ketua PWI Prov Sulsel, HM Agus Salim Alwi Hamu. Diperoleh informasi bahwa menjelang Konferensi Pemilihan Ketua PWI, Pak Agus (sapaannya), menyampaikan bahwa pada periode kedua memimpin PWI Sulsel, ia berjanji akan melanjutkan dan terus menggiatkan diklat (pendidikan dan pelatihan) serta UKW (Uji Kompetensi Wartawan).

Oleh karena itu, pada setiap acara seremonial PWI, HM Agus Salim Alwi Hamu yang juga Dirut Harian FAJAR acapkali menyerukan agar program priotitas dan unggulan ini betul – betul diperhatikan pengurus. Program bidang pendidikan yang dimaksudkan, Diklat Dasar dan Lanjutan serta pelaksanaan UKW. “Bila perlu setiap 3 bulan sekali diadakan UKW kalau waktu dan peserta memungkinkan, ” kilahnya. Komitmen kuat dan amanah Ketua PWI Sulsel ini dipegang teguh oleh jajaran pengurus. Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel, Ibrahim Mannisi lewat WA menyampaikan secara riil program bid. pendidikan terkait pelaksanaan UKW. “Melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 4 – 5 kali setahun, ” tulis Kasi Pendidikan itu.

Baca Juga :  Wawali Parepare Buka UKW ke-23, Wartawan Diminta Melawan Distorsi Informasi

Seterusnya, peran strategis yang amat menentukan kesuksesan UKW, ada nama H Suardi Thahir (Waket Bid. Pendidikan PWI Sulsel) yang berperan multifungsi pada UKW kali ini. Pertama, mewakili Ketua PWI Prov Sulsel HM Agus Salim Alwi Hamu sekaligus memberikan sambutannya dalam pelaksnaan UKW. Tugas kedua, sebagai penguji peserta UKW bersama – sama dengan penguji (asesor) yang lain.

Selanjutnya, untuk memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada peserta UKW, PWI Prov Sulsel menugaskan kepada Suwardi Thahir, Waket Bid Pendidikan (Holding FAJAR Group) dan Faisal Palapa, Sekretaris PWI Sulsel (Dirut Rakyat Sulsel). Selain itu, ditugaskan juga H Abd Manaf Rachman, Waket Bid Organisasi PWI Sulsel (Pempred Media Sinergi) dan Arsyad Hakim, Waket Bid. Kerjasama PWI Sulsel (Pempred Harian FAJAR). Keempat sosok ini bertugas memberikan bimtek Pra UKW kepada peserta.

Selama pelaksanaan UKW, terlihat H Faisal Syam, anggota Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sulsel sering menyertai Penguji Sayid Iskandarsyah (Ketua PWI DKI Jakarta). Rupanya, Faisal Syam yang juga Direktur Produksi Media FAJAR sedang magang, untuk dipromosikan untuk kelak menjadi asesor (penguji) UKW ke depan.

Person lainnya yang juga terlihat aktif mendukung kesuksesan UKW, dari unsur Pengurus PWI Sulsel, hadir H Muchtar Arifuddin (Waket Bid. Kesejahteraan), Ibrahim Mannisi (Ketua Seksi Pendidikan), Marno Pawessei (Ketua Seksi Organisasi), Jamaluddin (Wakil Kasi Organisasi) dan H Ilyas Nurdin (Ketua Seksi Kerjasama) yang berperan dalam Pengawalan Tim Penguji. Sementara sebagai tuan rumah ada nama Plt Ketua PWI Parepare-Barru, Andi Mulyadi dan jajarannya serta Ketua Panitia UKW, Rusli Amirullah dan jajarannya. (NURMAS/ABDUL/MNC).

Kesan dari Uji Kompetensi Wartawan ke-23 di Parepare (2) : Kopi Pare dan Barongko Disukai Waket Dewan Pers

BEBEK PALEKKO. Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun menikmati bebek palekko, di Cafe & Resto Reza Parepare.

 

 

Comment