Ketika Timnas Indonesia Libas Laos 5 – 1, Duo Sulsel, Irfan-Asnawi Raih Penghargaan

Bagikan :

SINGAPURA, MNC – Timnas Indonesia berhasil melibas Timnas Laos dalam laga kedua AFF Suzuki Cup 2020 dengan skor telak, 5 – 1. Kemenangan itu, untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya Timnas menang 4 – 2 lawan Kamboja. Tren positif ini menjadi modal Timnas untuk menjalani laga lanjutan di Grup B, melawan Vietnam, Rabu, (15/12/2021).

Dalam laga kedua, Timnas Indonesia vs Timnas Laos, gol pertama Skuad Garuda diciptakan melalui penalti oleh Asnawi Mangku Alam (menit ke-23= 23′), kemudian Irfan Jaya (34′), Witan Sulaeman (56′), Ezra Walian (77 ‘) dan Evan Dimas (84′). Sementara gol balasan Laos dicetak oleh Kydavone Souvanny (41’).

Laga kedua AFF Suzuki Cup 2020 ini berlangsung di Bishan Stadion Singapura, Minggu, (12/12/2021). Kemenangan besar timnas dalam laga ini, tentu membuat publik sepak bola tanah air lega dan terpicu kecintaannya terhadap kiprah timnas. Kemenangan ini terulang di AFF Cup 2014, saat itu Timnas Indonesia menang 5 – 1 atas Laos. Di AFF Cup 2020 ini, hasilnya sama. Timnas Indonesia juga unggul 5 – 1.

Tak hanya menang telak, ternyata dalam laga tersebut pemain timnas juga mengukir prestasi spesial mendapatkan penghargaan individu. Tanpa mengurangi peran, kerja keras dan kualitas maksimal semua pemain, dalam laga ini dua sosok putra Sulsel (duo Sulsel), Irfan Jaya dan Asnawi Mangku Alam mendaapatkan penghargaan individu dari Panitia AFF Suzuki Cup 2020.

Sebagaimana dirilis akun resmi AFF Suzuki Cup, Irfan Jaya dinobatkan sebagai Man of The Match (Pemain Terbaik). Sedangkan Asnawi Mangku Alam didaulat sebagai Most Energetic Player (Pemain Paling Energik). Makna penghargaan ini identik dengan istilah pengamat sepak bola, Kusnadi yang akrab disapa Bung Kus, telah menyebutkan pemain seperti Asnawi adalah pemain yang militan dan pergerakannya spartan.

Baca Juga :  Komunitas One Trail Kabupaten Pinrang Utus Enam Raider Handal ke Malili

Sekilas info, Irfan Jaya dikenal sebagai pemain anak daerah asal Bantaeng. Kabupaten Bantaeng sekira 200-an kililometer ke arah Timur Laut Makassar. Penyerang sayap yang memang dikenal jeli dan gesit tersebut, kini bergabung dengan klub PSS Sleman dan sebelumnya di Persebaya Surabaya.

Sementara itu, Asnawi yang bernama lengkap Asnawi Mangku Alam Bahar, merupakan pemain timnas asal Makassar. Asnawi adalah putra dari legenda hidup PSM Makassar, Bahar Muharram. Semasa bermain, Bahar Muharram merupakan bek tangguh PSM yang sulit ditembus lawan.

Ternyata, Asnawi Mangku Alam adalah titisan Bahar Muharram yang momentumnya bisa lebih berkibar dari sang ayah. Asnawi Mangku Alam mulai eksis di PSM Makassar dan gaya permainannya dilirik klub dari Korea Selatan. Kini, Asnawi Mangku Alam merumput di Ansan Greeners Korea Selatan.

Ketika Timnas Indonesia Libas Laos 5 - 1, Duo Sulsel, Irfan-Asnawi Raih Penghargaan

Asnawi Mangku Alam Bahar (kostum Ansan City Korsel). Peraih Most Energetic Player Laga Ina vs Laos (Foto: Fok PSSI).

Timnas Kendalikan Permainan

Selintas jalannya laga Timnas Indonesia vs Laos, sejak kick off babak pertama, Evan Dimas dan kawan-kawan langsung menyerang dan opensif. Barisan pertahanan Laos tertekan sehingga acapkali men-tackles pemain-pemain timnas. Apalagi timnas kali ini diperkuat bek keturunan Elkan Baggott yang sebelumnya absen.

Baca Juga :  Final Ideal Argentina Vs Brazil, Laga Seteru Messi - Neymar

Satu kemelut, penyerang Laos, Kydavone Souvanny di kotak penalti menjegal Alfeandra Dewangga, bek PSM yang muncul membantu penyerangan sehingga terjatuh. Wasit asal Korea Selatan Kim Hee-gon memberikan hadiah penalti untuk TImnas. Kapten Timnas Evan Dimas menyerahkan ke Wakil Kapten, Asnawi Mangku Alam untuk melakukan tendangan penalti. Hasilnya, Asnawi sukses menunaikan tugasnya menjebol gawang Laos menit ke-24.

Skor 1 – 0, tak membuat timnas mengendorkan serangannya, baik melalui sayap maupun lapangan tengah. Asnawi Mangku Alam yang overlapping menggulir bola ke pojok kiri area Laos berusaha mem-passing bola ke tengah. Meski sempat diblok pemain Laos, namun Asnawi kembali bisa menguasai bola dan memberikan umpan terukur ke depan mulut gawang Laos.

Irfan Jaya yang telah menunggu, memanfaatkan celah sempit pertahanan Laos dengan mengemas gol kedua untuk timnas menit ke-34. Skor 2 – 0 untuk Timnas. Menariknya, gol kedua ini merupakan “Sulsel Connection.” Koneksi dua pesebakbola asal Sulsel, satu pemberi umpan dan satu pencetak gol.

Sayangnya, sedikit lengah, lantaran Timnas terfokus menyerang, Laos, besutan pelatih Selvaraj Vengadasalam melakukan serangan balik. Kydavone Souvanny berhasil menebus kesalahannya yang menyebabkan Laos dihukum penati. Kydavone, pemain bernomor punggung 9 Laos, dapat merobek gawang Ernando Ari dengan tendangannya dari luar kotak penalti. Skor menjadi, 1 – 2 untuk Laos atau 2 – 1 untuk Indonesia yang bertahan hingga jedah babak pertama.

Di babak kedua, Timnas kian agresif melakukan serangan dan mengendalikan permainan. Irfan Jaya yang melakukan serangan di rusuk kanan area Laos memberikan umpan tarik ke tengah. Dari belakang muncul Witan Sulaeman menjemput bola lalu menendang dengan kaki kirinya menaklukkan penjaga gawang Laos, Keo-Oudone Souvannasangko pada menit ke-56. Skor, berubah menjadi 3 – 1.

Baca Juga :  Begini Atraksi Rider asal Sidrap yang Ikut Ramaikan Ajang Trail di Tolitoli

Pelatih Timnas, Shin Tae-yong memberikan amunisi

baru dengan memasukkan 2 penyerang, Ramai Rumakiek dan Ezra Walian. Upayanya berhasil, Witan Sulaeman yang menguasai bola di rusuk kanan, memberikan passing ke depan gawang Laos yang mampu dikonversi menjadi gol oleh Ezra Walian pada menit ke-77. Timnas unggul, 4 – 1.

Kapten Laos, Phoutthasay Kochalern dan kawan-kawan terus berusaha menyerang untuk memperkecil defisit 3 gol. Laos getol menyerang, justru Timnas melakukan serangan balik. Bermula dari umpan terobosan di lapangan tengah yang diarahkan ke gawang Laos, Evan Dimas berekasi tanggap.

Kapten Timnas itu berhasil melewai bek Laos kemudian berhadapan dengan kiper. Evan Dimas dengan gaya sepakan mencukil tak begitu keras, namun mengecoh penjaga gawang Laos, Souvannasangso pada menit ke-84. Gol pemain Bhayangkara FC tersebut pada menit ke-84, melengkapi keunggulan Timnas menjadi 5 – 1 yang bertahan hingga akhir laga.

Jika melihat statistik, Timnas Indonesia memang menguasai jalannya laga. Gambaran singkatnya, Timnas Indonesia dan Timnas Laos perbandingannya, penguasaan bola, (75 % : 25 %-), kesempatan gol (28 : 3), tembakan ke arah gawang (10 : 1), tendangan keluar gawang (13 : 1) dan tendangan sudut (8 : 1). (ABDUL).Ketika Timnas Indonesia Libas Laos 5 - 1, Duo Sulsel, Irfan-Asnawi Raih Penghargaan

Starting Eleven (XI) Laga Timnas Laos vs Indonesia (Foto: Grafis ALL).

Comment