Lelaki Paruh Baya Terjun Di Bendungan PLTA Bakaru

Spread the love

PINRANG, MNC. -Ai?? Seorang lelaki paruh, Kuni,Ai??Ai?? warga Kampung Salusape, Kecamatan Lembang nekat terjun di Bendungan PLTA Bakaru, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Minggu pagi (22/4/18).

Menurut beberapa warga setempat yang sempat menyaksikan aksi nekat pria tiga puluh satu tahun tersebut, tidak menduga akan melakukan aksi nekat tersebut.

“Begitu Kuni melepas semua pakaiannya, saya baru curiga mau apa itu orang sepertinya mau mandi dan tiba-tiba saja pria tersebut terjun ke bawah,” ujar salah seorang warga yang mengaku hendakAi?? melintas di Bendungan tersebut.

Mengetahui seseorang yang coba bunuh diri di bendung pembangkit listrik tenaga air tersebut, warga sekitar pun segera melakukan pencarian. Saat ditemukan, Kuni, sudah dalam kondisi tubuh kaku. Namun warga masih segera mengantarkan ke Puskesmas Salimbongan. Namun, Kuni dinyatakan sudah tewas di TKP dalam kondisi luka di kepala dan batang leher patah tulang.

Dari keterangan saksi, Kuni berangkat dari rumahnya menuju TKPnya. Sebelum melompat ke Bendungan PLTA Bakaru, Kuni sempat melepaskan seluruh pakaiannya.”

Kapolres Pinrang AKBP Adhi Purboyo yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Namun apa motif yang Kuni nekat terjun di Bendungan itu, polisi masih mendalaminya.

“Meskipun ada kabar beredar bahwa korban gangguan kejiwaan. Bahkan orang tua Kuni juga mengakui saat mau berangkat ke Bakaru, dia sudah mengatakan mau bunuh diri. Namun, polisi tetap harus memastikannya”, ujar AKBP Adhi. (Aswar Azhar/Ika).

Korban Kuni saat diantar ke Puskesmas Salimbongan, Minggu (22/4/18). (Foto: ist).

Satu tanggapan untuk “Lelaki Paruh Baya Terjun Di Bendungan PLTA Bakaru

  • 25 April 2018 pada 6:45 pm
    Permalink

    Turut berdukacita, kaget sekali melihat berita ini. Mengingat Kuni adalah orang yang sangat baik, dia seorang tukang ojek yang sangat bertanggung jawab. Dia relah mengantar ojeknya sampai ditpat tujuan tanpa memperhitungkan ongkos ojeknya, semua dengan kerelaan. Kuni satu-satunya tukang ojek yang mau mengantar sampai ke Gesseng dengan biaya ongkos hanya 200.000, yang orang dikampung sendiri saja tidak mau dengan jumlah ongkos ojek sedemikian.

    ALLAH Maha Kuasa

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *