Nenek Sunda, Sudah Buta Tinggal Sebatangkara Lagi

Bagikan :

PINRANG, MNC. – Seorang nenek tua renta yang dipanggil bebek Sunda, tinggal dalam kondisi sangat memprihatinkan di sebuah gubuk 3 x 3 meter, di Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.

Bagaimana tidak menyedihkan jika nenek tersebut tinggal sebatangkara dalam keadaan buta digubuk yang tak terurus kebersihan dan kesehatannya?
Jika membayangkan kerasnya kehidupan diusia senja seperti nenek Sunda, yang tidak sanak keluarga yang urusi, sungguh memilukan hati.

Padahal belakangan ini, nenek Sunda selalu mengeluhkan sakit di perutnya pada malam hari. Dia mengaku setiap malam didera rasa sakit diperutnya.
Itu sebabnya, katanya, kalau ada orang bawakan Sembako, nenek Sunda lantas menjualnya kembali untuk membeli obat sakit perut. “Hampir setiap malam perut saya sakit dan butuh obat,” ucapnya.

Baca Juga :  Komunitas Nusantara New Max Community Dideklarasikan di Rara Coffee Parepare, Ini Tujuannya

Meski hidup dalam kondisi serba kekurangan, nenek Sunda tetap bersyukur dan tetap tegar berjuang menjalani kerasnya kehidupan.

“Beginilah hidup nak, harus disyukuri. Apa pun bentuknya, mau enak mau susah semua harus dijalani. Habis mau, mau apa lagi?

Sebetulnya, Saya itu tidak mau merepotkan orang lain dan Saya tidak mau hanya berpangku tangan menanti belas kasihan orang lain,” ujarnya.

Namun, jika ada orang yang berikan bantuan, Saya tetap terima dan bersyukur kepada Allah SWT.
“Syukur Alhamdulillah, tetangga di sini juga sering bantu,” pekasnya.

Baca Juga :  Kemenko Maritim Bersama Bupati Sidrap di Jakarta. Ini Yang Dibahas

Nenek Sunda, Sudah Buta Tinggal Sebatangkara Lagi

Nenek Sunda, Sudah Buta Tinggal Sebatangkara Lagi
Inilah gubuk derita nenek Sunda, 3×3 meter, di Kampung Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang. (Aswar Azhar).

Comment