Petugas Yayasan MB Menilai Respon Oknum Camat atas “Pengusiran” Dirinya sebagai Sikap Arogan

Bagikan :

PINRANG, MNC – Petugas Yayasan MB (Mitra Bintibmas) yang bertandang ke kantor Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang Senin, 11 Mei 2020 lalu, menilai respon oknum Camat yang “mengusir” dirinya sebagai sikap arogan.

Petugas yayasan menyayangkan insiden itu, pasalnya dirinya hendak menemui Camat dengan maksud hanya ingin bersilaturahmi. Sekaligus menyampaikan permohonan penawaran. Dia pun masuk ke ruangan Camat setelah dipersilahkan oleh staf.

“Saya baru duduk, belum lagi menyampaikan permohonan penawaran, tiba-tiba beliau dengan angkuhnya mengusir saya keluar dari ruangannya” sesalnya Kamis (14/5/2020).

Baca Juga :  Tuntut Gaji, Karyawan Dan Mitra Pt, Tadulako Mengamuk

Sikap oknum Camat tersebut lanjutnya, sama sekali tidak mencerminkan etika seorang pejabat. Yang lebih disayangkan menurut petugas Yayasan, Camat tersebut terkesan tidak manusiawi apalagi perlakuan itu terjadi di bulan suci ramadhan.

“Dalam pandangan Islam, memuliakan tamu adalah bagian dari pada iman sebagaimana penggalan hadist, Nabi saw menegaskan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya” katanya sambil menyitir sebuah penggalan hadits.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Salipolo Gunakan Bambu Runcing ,Menolak Perusahaan Tambang Pasir

“Puluhan tahun saya kerja begini barusan ada yang usir, padahal saya sudah berusaha sopan, kalau alasannya tidak mau terima saya karena corona, lalu apakah saya sudah positif covid?, mestinya beliau menolak dengan cara yang beretika”, tutur Petugas Yayasan Gazali Rasyid.

Terpisah, Camat Cempa Syahrir Pawittoi yang dikonfirmasi via telepon selulernya Kamis, 14 Mei 2020 membantah dirinya telah mengusir.

“Saya bukan mengusir, saya hanya mengatakan mohon maaf kalau bapak orang dari luar Cempa tolong keluar dulu, kami untuk sementara tidak bisa menerima orang luar tanpa ada hasil dari kesehatan berupa pemeriksaan di jalan jalan itu, masalah nya dia langsung masuk”, bantahnya.

Baca Juga :  Galian Infrastruktur Jalan Poros Pinrang Polman Di Massewae Disorot Warga.

Syahrir melakukan itu, mengingat saat ini dirinya terlibat dalam upaya mencegah penularan virus corona.

Menurut Syahrir siapapun boleh masuk bertamu, tapi untuk sementara dia batasi dulu. Staf yang berkantor untuk sementara juga dia batasi. Hingga rapatpun katanya, harus menggunakan fasilitas video conference.

(RUSJA/MERPOS)

Petugas Yayasan MB Menilai Respon Oknum Camat atas "Pengusiran" Dirinya sebagai Sikap Arogan

Comment