JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait peran kampus.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/4/2026). Presiden meminta perguruan tinggi terlibat dalam pembangunan daerah.
Kampus Diminta Aktif Bantu Tata Kota
Brian menjelaskan kampus harus berkontribusi melalui riset dan kajian. Fokus utamanya pada tata ruang kota dan kabupaten.
Selain itu, Presiden mendorong fakultas planologi dan arsitektur berperan aktif. Mereka diharapkan membantu kepala daerah.
Dengan demikian, mahasiswa dapat menjadikan wilayah sebagai lokasi praktik. Sementara itu, dosen dapat melakukan penelitian langsung.
“Presiden meminta kampus membantu tata kota melalui riset dan praktik lapangan,” kata Brian.
Dorong Konsep Kampus Berdampak
Presiden menekankan pentingnya konsep “kampus berdampak”. Artinya, kampus tidak hanya fokus pada pendidikan.
Namun, kampus juga harus memberi solusi nyata. Oleh karena itu, keterlibatan langsung menjadi kunci.
Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah harus diperkuat. Dengan begitu, tata ruang kota menjadi lebih terarah.
“Wilayah bisa menjadi tempat praktik mahasiswa dan penelitian dosen,” ujar Brian.
Fokus pada Permasalahan Perumahan
Selain tata kota, Presiden juga menyoroti masalah perumahan. Ia meminta kampus melakukan riset untuk mencari solusi.
Masalah ini akan dikoordinasikan bersama Maruarar Sirait. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penanganan.
Selain itu, hasil riset kampus harus aplikatif. Artinya, solusi bisa langsung diterapkan di lapangan.
“Riset kampus harus membantu menyelesaikan masalah perumahan,” jelas Brian.
Pendekatan Berbasis Lingkungan
Brian menambahkan pendekatan riset akan dilakukan secara menyeluruh. Termasuk aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya cepat. Namun, pembangunan juga tetap ramah lingkungan.
Selain itu, kebijakan berbasis riset akan lebih tepat sasaran. Hal ini penting untuk masa depan pembangunan.
Kampus Jadi Motor Pembangunan
Arahan Presiden menandai perubahan besar dalam dunia pendidikan. Kampus tidak hanya mencetak lulusan.
Sebaliknya, kampus harus menjadi motor pembangunan nasional. Ilmu pengetahuan diarahkan untuk menjawab kebutuhan rakyat.
Presiden juga menegaskan Indonesia tidak kekurangan sumber daya manusia. Namun, dibutuhkan keberanian untuk bertindak.
“Yang kita butuhkan adalah keberanian menyelesaikan masalah,” tegasnya.








