Seputar tewasnya Demas Laira. Wartawan dan LSM Mamasa Unjuk Rasa. Ketua DPRD : “Jangan Gentar Mengungkap Kebenaran”

Bagikan :

MAMASA, MNC – Wartawan bukanlah pembawa mala petaka, melainkan pembawa berita. Ini penting menjadi pemahaman bersama, agar tidak menimbulkan anggapan negatif bahwa, profesi jurnalis merupakan tugas yang mulia. Yang diamanatkan Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers.

Hal ini diutarakan Hapri Nelpan, dalam orasinya ketika melakukan Aksi unjuk rasa solidaritas se profesi Jurnalis (Persatuan Wartawan) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mamasa, Sulbar. Terkait tewasnya Demas Laira jurnalis Kabar daerah. com yang terjadi Kamis (20/8/2020) lalu di Mamuju Tengah, Sulawesi barat.

Lebih jauh wartawan Komonika Nusantara ini menyebutkan bahwa, awal mula lahirnya kemerdekaan berpendapat bangsa Indonesia, di promotori oleh tokoh Pers Nasional, Tirto Adisuryo. Kemudian melahirkan sejumlah kader- kader pejuang bangsa ini, salah satunya Presiden pertama RI Ir.Sukarno.

Baca Juga :  Kejutan Kue Bolu Pisang untuk Direktur Utama Harian Pare Pos

Hal ini memberikan gambaran bahwa, awal mula bangsa kita dari kesadaran untuk berani menyatakan pendapat di muka umum, urai Nelpan.

“Sehingga jika di temukan oknum – oknum yang mencoba mencederai profesi jurnalis. Maka secara tidak langsung telah ikut menginjak injak nilai perjuangan bangsa, yang kita cintai bersama,”papar Nelpan.

Aksi damai yang di dampingi langsung Kasat Intel Mamasa AKP Yan Kasmarianto, berjalan kaki dari jalan simpang lima kota Mamasa, hingga keliling kota, Senin (24/8/2020).

Juga Kristian Parangka meminta, agar Polres Mamuju Tengah menyampaikan perkembangan secara terbuka kepada publik, sekaitan proses penegakan hukum, atas meninggalnya, Demas Laira.

Baca Juga :  Aris Asnawi : Harmonisasi PWI, Masyarakat dan Pemerintah Harus Terpelihara

Seputar tewasnya Demas Laira. Wartawan dan LSM Mamasa Unjuk Rasa. Ketua DPRD : "Jangan Gentar Mengungkap Kebenaran"

“Sekiranya mengungkap secara tuntas motif meninggalnya Demas Laira, jika di temukan fakta Almarhum meninggal karena menjalankan tugas profesi selaku jurnalis, maka otak dan pelaku diusut tuntas dan di hukum seberat beratnya,”demikian orasi Kristian.

Disarankan, kepada Pemkab Mamasa dan masyarakat, untuk bersama sama prihatin atas meninggalnya Demas Laira.

Sekaligus menjadi pembelajaran bersama, menjunjung tinggi kemerdekaan Pers di Mamasa. Serta

meminta dukungan Kapolres Mamasa, untuk menyampaikan tuntutan wartawan dan LSM kepada Kapolres Mateng.

Aksi damai ini di terma oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa, David Bamba Layuk bersama Juang Pintuku sekaligus turut menyampaikan pernyataan sikap di depan para Wartawan dan LSM.

Baca Juga :  Ini Hasil Rapat Panpel Konferensi ke VII PWI Parepare - Barru...

“Atas kejadian meninggalnya Demas Laira, adalah menjadi spirit kepada wartawan dan LSM Kabupaten Mamasa, untuk tidak akan gentar mengungkapkan kebenaran dimana pun berada,” sebut Ketua DPRD.

Pihaknya berharap, agar pihak penegak hukum supaya mengusut dengan tuntas pelaku pembunuhan, dan menghukum setimpal dengan perbuatannya, ujar politisi Hanura ini.

Di tempat yang sama Kasat Intel Polres Mamasa, AKP Yan Kasmarianto mewakili Kapolres Mamasa, sangat mendukung gerakan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Persatuan Wartawan dan LSM Kabupaten Mamasa.

Pihaknya berjanji akan melanjutkan tuntutan ini ke Polres Mamuju Tengah, sampai di Polda Sulawesi Barat, tegas Iyan di teras kantor Dewan Mamasa.

(MARWAN/MERPOS)

Seputar tewasnya Demas Laira. Wartawan dan LSM Mamasa Unjuk Rasa. Ketua DPRD : "Jangan Gentar Mengungkap Kebenaran"

Seputar tewasnya Demas Laira. Wartawan dan LSM Mamasa Unjuk Rasa. Ketua DPRD : "Jangan Gentar Mengungkap Kebenaran"

Seputar tewasnya Demas Laira. Wartawan dan LSM Mamasa Unjuk Rasa. Ketua DPRD : "Jangan Gentar Mengungkap Kebenaran"

 

Comment