PAREPARE, MERPOS – Suasana santai menyelimuti Jalan Atletik, Kota Parepare, Sabtu (2/5/2026). Diiringi aroma kopi hitam dan sajian gorengan hangat, para putra-putri purnawirawan TNI, yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Anak Tentara (Forsat), kembali berkumpul untuk mempererat tali persaudaraan.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang kumpul biasa, melainkan penegasan komitmen menjaga soliditas “Anak Kolong” di tengah dinamika organisasi yang ada.
Inisiator Forsat, Sudirman Sudding, bersama 3 pendiri Andi Muhammad Fudail dan Ikbal Khalid menegaskan bahwa Forsat sengaja dibentuk bukan sebagai organisasi formal, melainkan wadah terbuka bagi seluruh anak tentara dari lintas matra Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
“Semuanya kita sama, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Di Forsat tidak ada ketua atau struktur kepengurusan, hanya inisiator,” namun dibungkus satu bingkai, agar tidak terputus, ujar pria yang akrab disapa Pa Jendral ini.

Sudirman juga membebaskan para anggota untuk berkhidmat di organisasi kemasyarakatan (Ormas) manapun, baik itu FKPPI, PPM, HIPAKAD, maupun PPPAD. Menurutnya, pilihan berorganisasi adalah hak individu, namun silaturahmi di Forsat tetap menjadi rumah bersama.
Senada dengan hal tersebut, Andi Muhammad Fudail (Afu), yang juga legislator PKB, mengapresiasi kekompakan para anggota Forsat yang tetap terjaga. Namun, ia menitipkan pesan penting terkait independensi organisasi Keluarga Besar Tentara (KBT).
“Upayakan, bila ada Ormas atau OKP yang menggelar pemilihan, sekiranya pengurus inti adalah sosok yang non-partisan,” tegas Afu. Hal ini dimaksudkan agar organisasi tetap murni menjadi wadah perjuangan anggota, dan tidak terseret dalam kepentingan politik praktis tertentu.
Di sisi lain, tokoh senior FKPPI, Syamsuddin Siman atau yang akrab disapa Wenpy, mengajak seluruh rekan sejawatnya untuk tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pandangan.
“Jangan lepas tali silaturahmi karena perbedaan pendapat. Mari menatap ke depan, khususnya memikirkan arah organisasi Keluarga Besar Tentara (KBT) mau dibawa ke mana,” pesan Wenpy.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan kesepakatan, untuk terus menjaga komunikasi yang intens demi menjaga muruah, dan solidaritas anak tentara di Kota Parepare. Juga lahir ide pertemuan bulanan, arisan Forsat perdana, Juni mendatang. MARNO PAWESSAI








