Jaringan Pipa Distribusi PDAM Soppeng Masih Ada Pennggalan Belanda. Teknologi GIS Menjawabnya…

Bagikan :

SOPPENG, MNC — Untuk mendukung kinerja PAM Air Tirta Ompo dalam memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen. Pemerintah Kabupaten Soppeng saat ini sementara menyiapkan penyusunan Database Jaringan Air Bersih berbasis teknologi GIS (Geografis Information Sistem).

Hal ini terungkap dalam seminar awal penyusunan Database Jaringan Air Bersih yang dilaksanakan di Auditorium PUPR Kabupaten Soppeng, Kamis (18/11/2021).

Menurut Azis Konsultan Ahli dari CV Armedia Consultant sebagai pemenang tender Penyusunan Database Jaringan Air Bersih Tahun 2021, penyusunan Database ini, akan memberikan kemudahan dalam melakukan pemetaan jaringan pipa. Sehingga permasalahan penataan dan perbaikan jaringan akan mudah diminimalisir pelayanan dapat dilakukan secara optimal.

Baca Juga :  Peluncuran Literasi Digital Nasional, Presiden RI bersama Bupati Soppeng di 514 Kota dan Kabupaten

“Database yang berbasis GIS merupakan sistem berbasis komputer yang mengintegrasi data hasil lapangan dengan data-data atribut, yang melengkapi informasi dari data lapangan sehingga memberikan kemudahan kepada pengguna untuk mencari, menganalisis, dan menemukan posisi dan informasinya secara cepat dan tepat,”ujarnya.

“Dengan adanya teknologi GIS ini, penataan jaringan pipa PDAM dapat terealisasi dengan baik, dan memudahkan penanganan – penanganan yang berkaitan dengan posisi maupun informasi dari detail jaringan pipa. Selain itu akan meningkatkan pelayanan PDAM terhadap konsumen,” jelas Azis.

Baca Juga :  Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Digelar di Soppeng

Ditempat yang sama, Direktur PAM Tirta Ompo Andi Ahyar Saransi SE, merespon positif penyusunan Database Jaringan Air Bersih yang akan dilakukan oleh Dinas PUPR ini.

“Dengan adanya penyusunan Database Jaringan berteknologi GIS ini, tentu akan memudahkan kinerja dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di PDAM, apalagi jaringan pipa distribusi PDAM saat ini masih ada yang merupakan peninggalan Belanda,”ujarnya.

Sementara, Andi Akbar salah seorang Anggota Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Ompo mengingatkan Pemenang Lelang/Tender Penyusunan Database Jaringan Air Bersih ini supaya Memperkuat Penyusunan Metodologi penyusunan datanya.

Baca Juga :  Kawasan Wisata Alam Lejja Soppeng, Dilirik Investor Jepang

Tanpa metodologi yang baik, maka susah menghadirkan output yang bagus, kami mengharapkan sinergitas dalam pembentukan Tim Survei dan melibatkan berbagai penentu kepentingan seperti keterlibatan orang lokal,” ungkap A Akbar.

Seminar awal penyusunan Database yang difasilitasi Dinas PUPR ini, dihadiri Bapelitbangda, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kecamatan Lalabata, Direktur PDAM Soppeng beserta jajarannya, Dewan Pengawas Perumda Tirta Air Ompo dan Tenaga Ahli CV.Armedia Counsultant. (ANTHO MASLAN/MNC)

Comment