Mantap ! Ajang Silaturahmi KKBS Pinrang Ramaikan Pantai Wisata Ammani.

Spread the love

PINRANG, MNC — Sedikitnya ratusan anggota beserta pengurus Kerukunan Keluarga Bugis Sedunia (KKBS) Kabupaten Pinrang mengikuti acara silaturahmi di pantai wisata Ammani Wakka, Pinrang Sulawesi selatan, Minggu 6 September 2020.

Ajang silaturahmi yang digelar di pantai wisata bumi lasinrang itu, dihadiri Penggagas sekaligus pendiri KKBS Karlin Kati, Wakapolres Pinrang Kompol Jamaluddin, Kadis Perindustrian dan perdagangan (Perindag) H.Hartono Makka dan Kadis transmigrasi dan tenaga kerja (Transker) Pemkab Pinrang Drs.H.Samsuddin Msi.

Salah satu leader DPD KKBS Pinrang, Ir. Muh, Natsir, HS. Kepada wartawan menyebut kegiatan KKBS di Pinrang bertujuan selain meningkatkan silaturahmi dan kerukunan sesama etnis bugis, Juga mengangkat nilai nilai seni dan budaya yang selama ini mulai terlupakan oleh generasi penerus.

” Ya di KKBS ini, selain menjalin silaturahim dan menambah kerukunan sesama etnis bugis, Insyaalah KKBS bertujuan merangkul semua etnis bugis seperti ; bugis makassar, bugis mandar, bugis toraja, luwu, bone dan bugis lainnya yang ada di seluruh wilayah NKRI. Di KKBS ini kami berkomitmen. meski kami tidak sedarah tapi kita semua bersaudara”.Paparnya

Terpisah, Pendiri KKBS, Karlin Kati saat ditemui wartawan di salah satu warkop Pinrang memaparkan visi dan misi Kerukunan Keluarga Bugis Sedunia (KKBS) mengandung perekat leluhur bugis.

” Jadi, Ada makna dibalik lontara bugis yang dijadikan perekat dan semboyan di dalam KKBS ini. Makna itu masing masing :

1. SITANRERE ALEBBIRENG” artinya saling menghargai, menghormati dan mengangkat harkat, martabat sekaligus memberi penghargaan dan pengabdian (Sipakalebbi).

2. SIAKKARITUTUANG RIPANGKAUKENG artinya saling menjaga, berhati hati dalam bersikap dan berprilaku (beretika/sipakatau).

3. SIAKKATENNIANG LIMA, SITONRA LAOANG.artinya berpegangan tangan dan berjalan bersama atau beriringan. (Kebersamaan, Persatuan dan Kesatuan).

Semoga sebagai pewaris kita mampu memaknai dan menjaga pesan tertulis leluhur kita. Sekaligus mampu melestarikan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari dalam bermasyarakat”. Harapnya.(MS MNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *