JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan arahan khusus kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait kesiapan pasokan energi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026), sebagai bagian dari evaluasi persiapan nasional menghadapi momen Lebaran.
Presiden menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) tidak boleh mengalami kelangkaan selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Kita harus memantau semua perkembangan dalam kesiapan Lebaran, terutama menyangkut energi. BBM tidak boleh langka, kemudian LPG juga harus aman,” ujar Bahlil usai rapat.
Harga Energi Tetap Terjangkau
Dalam keterangannya, Bahlil menyampaikan bahwa kondisi harga BBM saat ini masih dalam kategori terjangkau dan stabil. Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan ketersediaan energi di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah antisipatif tersebut dinilai penting mengingat peningkatan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan arus mudik Lebaran yang biasanya berdampak pada lonjakan konsumsi energi.
Dorongan Pembangunan Storage BBM
Selain memastikan distribusi energi berjalan lancar, Presiden juga memberikan arahan strategis terkait pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) BBM nasional.
Menurut Bahlil, kapasitas penyimpanan BBM Indonesia saat ini hanya mampu mencukupi cadangan sekitar 25 hari. Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk ketahanan energi jangka menengah.
“Arahan Bapak Presiden, kita harus segera membangun storage. Bukan berarti kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak, tetapi persoalannya sekarang mau menaruhnya di mana. Ini yang harus kita perbaiki agar cadangan bisa sampai satu hingga tiga bulan,” jelasnya.
Pembangunan storage dinilai menjadi solusi strategis guna memperkuat ketahanan energi nasional serta mengantisipasi potensi gangguan distribusi global.
Stok Pangan Dijamin Aman
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa Presiden juga menginstruksikan agar harga pangan tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan menjelang Lebaran.
Menurutnya, ketersediaan bahan pangan, termasuk beras, berada dalam kondisi aman.
“Pangan tersedia, harga harus terjangkau dan tidak boleh naik. Stok beras aman dan cukup,” tegasnya.
Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas energi dan pangan secara bersamaan guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang.








