Genjot Mutu Pendidikan, SMA 3 Hadirkan Tiga Pemateri di SPMI

Spread the love

PINRANG, MNC – Upaya SMA 3 Pinrang dalam nahkoda Abd. Wahid Nara sebagai kepala sekolah untuk terus mengenjot mutu pendidikan patut diapresiasi.

Betapa tidak, hari ini Rabu 15 Juni 2020. Dihadiri tiga orang pemateri yang tergabung dari tim pengawas sekolah masing-masing Drs. Djasman Tanreso, M.Si.M.Pd., Muslimin Syarif, S.Pd. M.Pd dan Drs. H.Namiruddin, M.Si memberikan sosialisasi dan workshop penjaminan mutu internal atau SPMI

Kegiatan workshop itu, menurut Kepala UPT SMAN 3 Pinrang Abdul Wahid Nara diharapkan terbangun tradisi mutu, menuju budaya mutu, dan terciptanya budaya mutu.

“Melalui workshop ini, kami berharap seluruh stakeholder disekolah kompak dan bekerjasama mengembangkan mutu pendidikan”jelasnya. “Kalau kita kompak, tentu gerakan dalam meningkatkan mutu pendidikan bisa terwujud” tambah wahid nara yang juga ketua IGI Sulsel ini.

Hal senada diungkapkan Djasman Tanreso bahwa sistem ini merupakan sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen satuan pendidikan.

“fungsi sebagai pengendali penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu” jelasnya. ”

Penjaminan mutu pendidikan dilaksanakan secara sistematis antara seluruh pemangku kepentingan di sekolah yang meliputi Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan/Tata Usaha, dan bekerja sama dengan komite sekolah” tambah Djasman disaat membuka kegiatan mewakili kepala cabang dinas wilayah X.

Sosialisasi  pertama disampaikan oleh Djasman menyatakan bahwa SMA Negeri 3 Pinrang yang juga bakal menjadi sekolah model tersebut menyampaikan siklus penjaminan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan.

Siklus sistem penjaminan mutu internal terdiri  lima tahapan yaitu pemetaan mutu dengan mengisi EDS, penyusunan rencana peningkatan mutu, implementasi rencana peningkatan mutu sesuai 8 SNP, evaluasi/ audit internal, dan penetapan standar mutu pendidikan.

Selain itu, ketua MKPS ini juga menyampaikan implementasi SPMI yang dilaksanakan di SMA Negeri yang terletak di Desa Patobong Matiro Sompe ini sebagai contoh standar yang diambil adalah sarana dan prasarana.

Langkah pertama mulai dari pemetaan mutu dengan mengisi Evaluasi Diri Sekolah (EDS), kondisi saat ini belum ada jalan khusus untuk difabel, langkah kedua yaitu rencana pemenuhan mutu, menyatakan perlu dibangun jalan khusus difabel, langkah ketiga yaitu implementasi mutu dengan indikator sudah tersedia satu  jalan khusus difabel, langkah keempat melakukan evaluasi, kemudian baru menentukan standar mutu baru.

“Hasil dari sistem penjaminan mutu internal diharapkan adanya peningkatan mutu pendidikan pada level sekolah dari waktu ke waktu, seperti roadmap” kuncinya.(MS MNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *